News

Perkumpulan SUAKA Apresiasi Masyarakat Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya


Perkumpulan SUAKA Apresiasi Masyarakat Aceh Selamatkan Pengungsi Rohingya
Sebelumnya, pihak berwenang Malaysia juga sempat menahan sebuah kapal yang membawa sekitar 200 pengungsi Rohingya pada 5 April lalu (SCMP)

AKURAT.CO, SUAKA dan Geutanyoe mengapresiasi setinggi-tingginya tindakan masyarakat Aceh yang mendaratkan perahu para Pengungsi Rohingya dari perairan Aceh Utara.

“Kami sangat mengapresiasi bagaimana masyarakat Aceh lebih mendahulukan kemanusiaan, ketimbang menunda penyelamatan (pengungsi) Rohingya,” kata Ketua Perkumpulan SUAKA Rizka Argadianti Rachmah dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Diketahui, setelah melalui perdebatan panjang antara masyarakat dengan otoritas Aceh Utara, akhirnya pada Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 16.00 WIB, perahu pengungsi Rohingya tersebut berhasil ditarik ke daratan oleh masyarakat.

Terkait dengan pencegahan penularan virus covid-19, pemerintah Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara telah melakukan rapid test yang diikuti oleh seluruh pengungsi dan hasil pemeriksaan diketahui 99 orang atau seluruh pengungsi Rohingya tersebut adalah negatif covid-19.

“Kolaborasi antara masyarakat sipil dan pemerintah sangat penting dalam situasi seperti ini, karena masyarakat sipil bisa lebih cepat bergerak ketika birokrasi masih berproses,” lanjut Rizka.

Para pengungsi Rohingya ini kemudian ditempatkan di kantor Imigrasi yang sudah lama tidak terpakai.

Direktur Yayasan Geutanyoe Indonesia Rima Shah Putra mengatakan bahwa masyarakat Aceh juga mengapresiasi Pemda Aceh Utara yang menampung pengungsi tersebut.

“Masyarakat Aceh juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Bupati Aceh Utara untuk memberikan penampungan dan tindakan terhadap pengungsi yang membutuhkan perawatan medis,” ujarnya.

“Selain itu, melihat dari pengalaman tahun 2015, kolaborasi ini bahkan berhasil mempertahankan durasi kemampuan menalangi pembiayaan hingga dua tahun, hingga para pengungsi berhasil memperoleh penempatan di negara ketiga kala itu,” tambah Rima.

Hingga saat ini, para pengungsi masih membutuhkan bantuan berupa kebutuhan dasar untuk pakaian, alas tidur, serta kebutuhan khusus perempuan dan anak-anak.[]