Rahmah

Perkuat Penelitian Berbasis Pesantren, Dit PD Pontren Kemenag Gelar Simposium Khazanah Pemikiran Santri 2021

Kegiatan ini diikuti oleh seratusan santri dari berbagai pondok pesantren


Perkuat Penelitian Berbasis Pesantren, Dit PD Pontren Kemenag Gelar Simposium Khazanah Pemikiran Santri 2021
Logo Mu'tamad 2021 (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit PD Pontren) Kemenag RI gelar Simposium Khazanah Pemikiran Santri dan Kajian Pesantren atau Al-Multaqo ad-Dawliy lil-Bahts ‘an Afkar at-Thullab wa-Dirasat Pesantren (MU'TAMAD) yang diselenggarakan pada Rabu-Jum'at (13-15/10/2021) di ICE BSD Serpong.

Kegiatan tersebut diikuti seratusan santri yang dilaksanakan secara blended (kombinasi luring dan daring) untuk menghindari kerumunan massa yang berpotensi mumunculkan penularan Covid-19 yang saat ini masih menjadi ancaman masyarakat Indonesia.

"Simposium pemikiran santri pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang bisa dihadiri oleh semua peserta yang lolos paper. Karena situasi masih Covid-19, agenda ini dilakukan secara kombinasi, ada yang luring dan ada yang daring," ujar Arif, salah seorang peserta perwakilan dari Ponpes Luhur Al-Tsaqofah, Jakarta.

Meskipun diadakan secara hybrd, namun tidak mengurangi esensi yang ingin dituju dari gelaran yang dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI ini, yaitu memperkuat penelitian-penelitian berbasis pesantren, yang dilakukan oleh para santri.

Demikian seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur. "Sebagai salah satu amanat rekomendasi yang selalu muncul setiap kegiatan simposium santri ini, MU'TAMAD menjadi upaya memperkuat penelitian berbasis pesantren yang melahirkan gagasan keilmuan pesantren yang segar dan terbarukan," ucap Waryono pada sambutannya.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan yang dulunya dinamakan dengan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara (MPSN) ini membuktikan bahwa pesantren menjadi lembaga pendidikan candra dimuka yang tidak saja mencetak generasi yang solutif terhadap problemtika sosial, namun juga menghasilkan para da'i yang selalu membawa visi Islam rahmatan lil'alamin.

Waryono juga berharap, agar semua santri yang ikut pada kegiatan ini benar-benar merupakan santri yang mu'tamad, dalam arti yang bisa dijadikan rujukan otoritatif dalam keilmuan Islam. "MU'TAMAD, yang secara filosofis berarti sama seperti mu'tabar, diharapkan gagasan-gagasan para santri yang ikut bisa menjadi rujukan keilmuan Islam ataupun fatwa keagamaan."

Pada kegiatan ini, para santri yang lolos seleksi paper, sebelumnya telah mengikuti seleksi executive summary yang diikuti 673 santri maupun alumni dari berbagai pondok pesantren. Dari sekian banyak santri yang mengikuti penyaringan karya ilmiah awal tersebut, hanya 117 santri yang lolos sebagai nominator dan berhak dipresentasikan dalam forum MU'TAMAD 2021 tersebut.

Selain kegiatan disuksi ilmiah secara panel yang disampaikan oleh para santri yang lolos sebagai nominator, agenda Dit. PD Pontren Kemenag RI ini juga diisi dengan kegiatan diskusi dan bedah buku yang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional, seperti Buya Husein Muhammad, Ketua RMI NU KH Abdul Ghaffar Rozien, KH Ulil Absar Abdalla, Pengasuh Ponpes Mahasina Bekasi Nyai Hj Badriyah Fayumi, Pengasuh Ponpes Kebon Jambu, Cirebon Nyai Hj Masiah Amva, dan lain sebagainya.[]