Ekonomi

Perkuat Ekowisata, 4 BUMN Sinergi Reaktivasi Jalur Rel KA Sawahlunto-Muaro Kalaban

Dirut KAI: Kick Off ini menjadi tanda dimulainya perbaikan sarana dan prasarana jalur KA Sawahlunto - Muaro Kalaban yang sarat akan potensi pariwisata.


Perkuat Ekowisata, 4 BUMN Sinergi Reaktivasi Jalur Rel KA Sawahlunto-Muaro Kalaban
Kota Lama Tambang Batubara Sawahlunto masuk nominasi Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO 2019 (UNESCO)

AKURAT.CO, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Bio Farma (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan peresmian Kick Off perbaikan sarana dan prasaran kereta api Sawahlunto-Muaro Kalaban, yang ditargetkan selesai selama 6 bulan sehingga pada Januari 2023 kereta telah dipastikan dapat beroperasi kembali.

Pengaktifan kembali jalur tersebut bertujuan untuk mendorong perekonomian di Sumatera Barat dengan wisata perkeretapian khususnya di kawasan Warisan Dunia Baru dari UNESCO, yaitu Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

"Kick Off ini menjadi tanda dimulainya perbaikan sarana dan prasarana jalur KA Sawahlunto - Muaro Kalaban yang sarat akan potensi pariwisata. Perbaikan akan dilakukan dengan sebaik mungkin, penuh ketelitian, dan tetap mengutamakan keselamatan," kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (1/7/2022).

baca juga:

Didiek menambahkan, momen ini merupakan momen yang istimewa dan bersejarah dimana kolaborasi 4 BUMN akan memperbaiki dan mengoperasikan kembali jalur KA yang penuh sejarah.

“Sesuai arahan Menteri BUMN bapak Erick Tohir, kami bersinergi, mengumpulkan kurang lebih Rp20 miliar untuk sarana dan pra sarana jalur sepanjang empat kilometer (Sawahlunto-Muaro Kalaban),” tambahnya.

Pengoperasian jalur ini juga akan menjadi semangat baru dalam pemulihan perekonomian melalui sektor pariwisata, khsususnua bagi masyarakat sekitar.

Sebagai tambahan informasi, Proyek ini merupakan pekerjaan perbaikan jalur kereta sepanjang 4 km yang terdiri atas perbaikan jalan rel, 2 buah jembatan, terowongan, persinyalan, bangunan stasiun, dan dipo.

Tidak hanya itu, perbaikan Lokomotif Uap E1060 yang legendaris, atau biasa disebut masyarakat sekitar dengan nama Mak Itam ini diharapkan dapat menarik sekitar 2 - 3 gerbong kereta.

“Untuk lokomotif uap E 1060 ‘Mak Itam’, itu memang masih memerlukan perbaikan, jadi sudah kita mulai pengerjaannya dimana sekarang sudah ada progress 15 persen. Itu dikerjakan oleh tim khusus PT KAI dari Ambarawa,” tambah Didiek.