Entertainment

Perkembangan Kasus Endorse Judi Online Shandy Aulia, Ini Kata Kuasa Hukum

Shandy Aulia akan kooperatif penuhi panggilan polisi terkait kasus dugaan promosi judi online


Perkembangan Kasus Endorse Judi Online Shandy Aulia, Ini Kata Kuasa Hukum
Shandy Aulia di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (27/1) (AKURAT.CO/ Agussalim)

AKURAT.CO, Artis peran Shandy Aulia sudah beberapa kali diperiksa penyidik Polda Metro Jaya atas kasus dugaan mempromosikan judi online. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Shandy Aulia, Sandy Arifin di Polda Metro Jaya.

"Itu sudah pernah diperiksa waktu sebelum tahun baru, kita pernah hadir mengenai itu (kasus endorse judi online)," ujar Sandy Arifin di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (27/1).

Disinggung apakah kasus tersebut hingga saat ini berlanjut, Sandy Arifin tidak memberikan jawaban pasti. Menurutnya, hal itu merupakan hak penyidik untuk menyampaikannya kepada publik.

baca juga:

"Itu kewenangan penyidik ya," jelas Sandy Arifin.

Sejalan dengan itu, Sandy Arifin memastikan bahwa kliennya akan selalu hadir jika kedepannya ada panggilan dari pihak penyidik. Intinya, sebagai warganegara yang baik, Shandy Aulia dipastikan taat proses hukum.

"Klien kami akan terus koperatif, kalau ada panggilan kami akan hadir," tukas Sandy Arifin.

Sebagai informasi, warganet bernama Laura Aprillya Bakkara melaporkan Shandy Aulia atas dugaan promosi judi online. Laporan yang dilayangkan pada 26 Agustus 2021 itu terdaftar dengan nomor LP/B/4180/VIII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya.

"Saya balikin nih, kalau membuat promosi judi online, boleh atau enggak? Undang Undang kan bilang enggak boleh," ujar Rinto Maha, kuasa hukum Laura, Rinto Maha, saat dihubungi awak media September 2021 lalu.

Laura Aprillya merupakan pengikut Shandy Aulia di Instagram. Mereka sempat berseteru karena Laura diduga melakukan penghinaan terhadap anak Shandy Aulia.

Rinto mengatakan bahwa laporan tersebut dibuat merupakan serangan balik pihaknya untuk melawan tim kuasa hukum Shandy Aulia yang berjumlah 15 orang. Menurut Rinto, orangtua yang baik tidak mungkin berkecimpung dalam pekerjaan yang tidak benar untuk menafkahi anaknya.

"Sekarang kan pencitraannya luar biasa, sekarang kalau dibuka begini, muncul enggak? Jadi masyarakat harus tahu, kalau orangtua yang baik tidak akan promosi hal-hal yang melanggar undang-undang," jelas Rinto.

Tidak hanya sekedar membuat laporan, Rinto juga mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan barang bukti berupa video, URL, hingga tangkapan layar. Intinya, semua bukti tentang dugaan perbuatan Shandy Aulia telah diberikan kepada penyidik.

"Videonya ada dua, jadi dia berulang kali promosi judi online. Bahkan ada satu video, judi online itu sudah bersertifikat, seolah-olah itu legal," tukasnya.

Dalam laporan Laura Aprillya Bakkara itu, Shandy Aulia dijerat dengan Pasal 27 Ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 3 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Tidak hanya soal promosi judi online, Laura juga sempat melaporkan Shandy Aulia ke Bareskrim Polri pada 27 Agustus 2021 atas kasus dugaan pencemaran nama baik.[]