News

Perkara Kasus Suap 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Disidangkan Pekan Depan

Tim JPU KPK resmi melimpahkan berkas perkara mantan pegawai DJP Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ke Pengadilan Tipikor.


Perkara Kasus Suap 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Disidangkan Pekan Depan
Ilustrasi. (AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba.)

AKURAT.CO, Tim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melimpahkan berkas perkara mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Angin Prayitno Aji dan bekas Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani ke Pengadilan Tipikor.

"Jaksa KPK Riniyati Karnasih telah melimpahkan berkas perkara terdakwa Angin Prayitno dan Dadan Ramdani ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Sabtu (18/9/2021).

Ali mengatakan, penahanan para terdakwa menjadi kewenangan majelis hakim pada Pengadilan Tipikor. Sidang perdana Angin Prayitno dan Dadan Ramdani akan digelar pada Rabu, 22 September 2021 pukul 10.00 WIB.

Ali menyebut para terdakwa didakwa dengan dakwaan Pasal 12 huruf a atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan enam tersangka. Sebagai penerima adalah Angin Prayitno dan Dadan Ramdani. Angin bersama Dadan Ramdani diduga menerima suap dan gratifikasi terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama, PT Gunung Madu Plantations, dan PT Bank Pan Indonesia (Bank Panin).

Selain keduanya, penyidik lembaga antikorupsi juga menetapkan empat konsultan pajak dan kuasa wajib pajak yakni Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, Veronika Lindawati, dan Agus Susetyo sebagai tersangka.

Angin selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak diduga telah menyutujui dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

Angin dan Dadan waktu itu sedang melakukan pemeriksaan pajak terhadap tiga wajib pajak, yaitu PT GMP (Gunung Madu Plantations,) untuk tahun pajak 2016, PT BPI Tbk (Bank PAN Indonesia) untuk tahun pajak 2016, dan PT JB (Jhonlin Baratama) untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Atas jasa penyuseuaian kewajiban pajak tersebut, Angin dan Dadan menerima suap sebesar Rp15 miliar dari PT GMP, 500.000 dolar Singapura dari Bank Panin dari total komitmen senilai Rp25 miliar, dan 3 juta dolar Singapura dari PT Jhonlin Baratama. []