Rahmah

Peringati Satu Abad NU, Cak Imin: PKB Lahir dan Dibesarkan NU

Cak Imin mengungkapkan, PKB tidak bisa lepas dari kontribusi dan pemikiran dalam membawa NU untuk terus memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.


Peringati Satu Abad NU, Cak Imin: PKB Lahir dan Dibesarkan NU
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (YouTube DPP PKB)

AKURAT.CO  Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengungkapkan, PKB tidak bisa lepas dari kontribusi dan pemikiran dalam membawa Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. Sebab menurutnya, PKB mempunyai tanggung jawab besr untuk memikirkan NU. Karena hal itulah yang membuat PKB berbeda dengan partai-partai lain.

"PKB tidak bisa lepas dari kontribusi dan pemikiran serta ikhtiar kita untuk bersama-sama membawa Nahdlatul Ulama," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu dalam diskusi yang digelar PKB memperingati satu abad NU bertajuk 'Gagasan Kontributif Membangun Kemandirian Ekonomi Nahdliyin' di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021).

Dalam sambutannya, Cak Imin meminta maaf kepada Wakil Presiden RI periode 2014-2019 Jusuf Kalla, karena harus berdiri lebih lama lantaran turut menyayikan beberapa mars. Menurut Cak Imin, dalam acara PKB memang selalu menyanyikan marsnya agak sedikit menyita waktu. Karena PKB harus memikirkan NU dan wajib menyanyikan mars 'Yalal Wathan'.

"Jadi mohon maaf Pak JK tadi kalau di PKB ini nyanyinya tiga kali berdirinya agak lama karena PKB ini partai yang selain memikirkan dirinya sendiri juga memikirkan NU, kira-kira begitu ya ada enaknya ada nggak enaknya. Kalau PDIP enak nggak mikirin siapa-siapa yang lain, Golkar enak nggak mikirin siapa," tuturnya.

Meskipun begitu, Cak Imin kembali menegaskan bahwa PKB ada karena lahir dan dibesarkan oleh NU.

"Kita juga lahir dan dibesarkan oleh NU. Makanya kalau mars apa namanya yalal waton saya usulkan beda yang di Kramat (kantor PBNU) sama yang di sini. Yang di Kramat sejak mulai dinyanyikan terus begini. Ketika Indonesia ini juga kalau disosialisasikan awal terus Indonesia yaitu berdiri konsekuensi logis anak kandung," ungkapnya.

Selain itu, Cak Imin juga mengatakan, acara ini menjadi momentum penting untuk memberikan masukan kepada Muktamirin dan Muktamirat yang akan menyelenggarakan perhelatan penting lima tahunan tersebut selain memilih ketua umum dan Rais Aam, juga menentukan langkah-langkah progam ke depan. Pihaknya menyebut sudah menyiapkan program dari berbagai rekomendasi.

"Kita sudah menyiapkan berbagai rekomendasi, tetapi akan sangat lengkap rekomendasi-rekomendasi Muktamar dilengkapi dengan pikiran-pikiran siang hari ini," katanya.

Selanjutnya, Cak Imim memaparkan awal mula berdirinya NU. Menurut Cak Imin, NU pada awalnya hanya gerakan pemikiran baik agama, sosial dan juga ekonomi. Kemudian setelah gerakan pemikiran itu sudah matang, muncul gagasan Nahdlatul Tujjar yang berkembang menjadi kelompok-kelompok perdagangan.

"Waktu itu Mbah Hasyim sangat kaya raya, Mbah Wahab sangat kaya raya, Mbah Bisri juga sangat kaya karena mereka adalah pedagang-pedagang yang juga ulama. Makanya kemandiriannya kuat, kekokohan ekonominya juga sangat kuat," ucapnya.

Kemudian setelah NU dan pesantren berkembang, maka dibutuhkan organisasi. Setelah dibuat organisasi, NU lalu mengirimkan sebuah tim menemui raja Saudi atau yang disebut dengan Komite Hijaz. Di mana hal ini menurut Cak Imin merupakan prestasi paling awal NU.

"Karena raja akan menggempur semua tempat-tempat situs, ritual penting, salah satunya adalah tempat kelahiran, bahkan mau memindahkan makam Rasulullah," ujarnya.

Sehingga, menurut Cak Imin, diplomasi NU yang pertama telah berhasil membuat kerajaan Saudi, yaitu membebaskan cara ibadah berbagai mazhab di dunia Islam sampai hari ini. []