Ekonomi

Peringati Maulid, Yuk Teladani Cara Berbisnis Ala Rasulullah SAW

Dalam bisnis atau usaha, pasang surut adalah hal biasa. Termasuk saat dihantam pandemi Covid-19 selama setahun lebih.


Peringati Maulid, Yuk Teladani Cara Berbisnis Ala Rasulullah SAW
Pedagang disabilitas sedang melayani pembeli di kedai Difabis kawasan Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (25/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Dalam bisnis atau usaha, pasang surut adalah hal biasa. Termasuk saat dihantam pandemi Covid-19 selama setahun lebih.

Anggap saja ini ujian. Cobaan bagi seluruh umat manusia, tak terkecuali kamu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bersabar atas kehendak-Nya.

Dalam kondisi ekonomi dan bisnis yang sedang sulit, banyak pengusaha gelap mata. Melakukan berbagai cara jahat maupun menyimpang dari ajaran Islam agar barang dagangannya laris lagi dan omzet naik.

Padahal gak perlu pakai cara tak lazim, bahkan klenik agar bisnis berkembang pesat. Jadilah pengusaha seperti Nabi Muhammad SAW. Menjalankan usaha dengan cara baik, benar, dan pastinya sesuai syariat Islam.

Berikut tips sukses berdagang atau berbisnis yang diterapkan Rasulullah:

1. Jujur dalam Berdagang

Nabi Muhammad dijuluki Al Amin, artinya orang yang dapat dipercaya

Bersikap jujur merupakan salah satu sifat Nabi Muhammad. Yakni Shiddiq yang berarti jujur. Rasulullah selalu jujur dalam perkataan maupun perbuatannya, termasuk saat berdagang atau berbisnis.

Tidak pernah beliau berbohong dan bersikap munafik. Apalagi mengurangi berat timbangan barang. Misalnya jualan 1 kg gula, ya benar-benar takarannya 1 kg. Tidak kurang, bahkan Rasulullah selalu melebihkan.

Sumber: Cermati