News

Peringatan Merah! Aliran Lahar Gunung Api Aktif Terbesar di Dunia Ancam Jalan Tol Hawaii

Peringatan Merah! Aliran Lahar Gunung Api Aktif Terbesar di Dunia Ancam Jalan Tol Hawaii
Aliran lahar dari letusan gunung Mauna Loa di Hawaii telah melambat menjadi sekitar 24 meter per jam. (Associated Press)

AKURAT.CO Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menerbitkan peringatan merah pada Kamis (1/12) terkait Gunung Api Mauna Loa di Hawaii yang masih meletus-letus. Pasalnya, aliran laharnya mengancam jalan raya utama.

Dilansir dari VOA, peringatan merah tersebut berarti letusan gunung yang tengah berlangsung ini menimbulkan bahaya terbatas bagi komunitas di darat. Peringatan itu juga mencakup peringatan penerbangan karena banyaknya emisi abu ke atmosfer dapat memengaruhi lalu-lintas udara.

Menurut USGS, lahar dari gunung berapi aktif terbesar di dunia ini mengalir dari 2 celah aktif. Aliran yang paling aktif bergerak menuju Jalan Tol Daniel K. Inouye, yang juga dikenal sebagai Jalan Saddle. Jalan tol tersebut dianggap sebagai jalan raya utama di Pulau Besar Hawaii, tempat Mauna Loa berada.

baca juga:

Menurut laporan USGS, aliran lahar terbesar berada sekitar 5,8 km dari jalan raya. Hingga Kamis (1/12), pergerakannya melambat menjadi sekitar 24 meter per jam.

"Alirannya mencapai daerah yang relatif datar dan mulai melambat. Jika hal ini terjadi, aliran lahar akan menyebar dan mengembang. Diperkirakan butuh 2 hari aliran lahar tersebut mencapai jalan raya," bunyi laporan USGS.

Sementara itu, menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) pada Rabu (30/11), lahar dari letusan melintasi jalan akses ke Observatorium Mauna Loa, yang bertugas mengukur karbon dioksida di atmosfer, dan telah memutus saluran listrik ke lokasi itu. Pemerintah federal pun tengah mencari situs alternatif sementara di pulau Hawaii. Mereka juga mempertimbangkan untuk menerbangkan generator ke observatorium untuk mendapatkan cadangan listriknya.

Mauna Loa mulai meletus pada Minggu (27/11) untuk pertama kalinya sejak 1984. Ini mengakhiri tidur terpanjangnya dalam sejarah. Letusan terakhirnya pada Maret-April 1984 memuntahkan aliran lahar sejauh 8,05 km dari Hilo, kota terbesar di Pulau Besar.[]