Rahmah

Peringatan Maulid Nabi, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak umat Islam di Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesabaran pada momentum Maulid Nabi.


Peringatan Maulid Nabi, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian 
Presiden Joko Widodo saat menghadiri peringatan ke-75 Hari Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/7/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO  Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak umat Islam di Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesabaran. Mengingat saat ini negara Indonesia sedang berjuang untuk segera keluar dari pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam akun Instagram pribadinya @jokowi yang dikutip Akurat.co Selasa (19/10/2021). 

"Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini kita peringati di tengah pandemi yang menguji kesabaran kita sebagai insan beriman," tulis Jokowi dalam paragraf pertama yang unggahannya. 

Pada paragraf berikutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian mengajak seluruh umat Muslim untuk memetik suri tauladan Nabi Muhammad sebagai sosok yang berakhlak agung untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di paragraf ini, Jokowi juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan antar sesama.

"Mari, mengambil suri teladan dari sosok baginda Nabi Muhammad SAW begitu penyabar, berakhlak mulia, dan mendahulukan umatnya. Baginda Nabi bersabda, “siapa yang melepaskan kesusahan saudaranya maka Allah akan melepaskan kesusahannya nanti pada hari kiamat," tulis Jokowi pada paragraf kedua.

Di paragraf terakhir, pria kelahiran Surakarta ini mengungkapkan bahwa dengan meningkatkan rasa peduli terhadap sesama, maka manusia akan mampu keluar dari situasi sulit yang pernah di alami.

"Dengan semangat kepedulian itulah, bangsa kita mampu melalui masa-masa sulit ini," tutup Jokowi.

Seperti yang diketahui, umat Islam hari ini memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1443 H yang bertepatan dengan 19 Oktober 2021. Akan tetapi, sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, pemerintah menetapkan hari libur Maulid digeser menjadi 20 Oktober 2021.

Dilansir dari laman Kemenag.co.id, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengatakan, pergeseran hari libur ini tidak mengubah substansi Maulid Nabi Muhammad Saw. Apalagi, pergeseran hari libur ini bersifat sementara karena pertimbangan situasional untuk memitigasi risiko terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Meski saat ini ada trend menurun secara signifikan, namun tetap masih perlu waspada.

"Kebijakan mengubah hari libur nasional dan cuti bersama berkenaan dengan hari besar keagamaan yang ditetapkan dengan SKB Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sama sekali tidak mengubah substansi hari besar keagamaan yang diperingati oleh umat," tegas Fuad di Jakarta, Selasa (19/10/2021). []