News

Peringatan Cuaca Ekstrem 17-22 Januari 2022, Wagub DKI Minta Warga Jakarta Waspada Genangan

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan warga Jakarta untuk selalu waspada dan hati-hati akan perubahan cuaca yang bisa terjadi dengan cepat.


Peringatan Cuaca Ekstrem 17-22 Januari 2022, Wagub DKI Minta Warga Jakarta Waspada Genangan
Pejalan kaki melintasi Jalan Sudirman di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (21/9/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini adanya cuaca ekstrem di Jabodetabek selama tiga hari ke depan yakni 17-21 Januari 2022. Peringatan dini itu menyusul informasi adanya potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. 

Cuaca ekstrem itu bisa jadi mengancam keselamatan warga. Karenanya, efek hujan deras dan angin kencang itu bisa memicu banjir ataupun pohon tumbang.

Menanggapi peringatan dini itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan warga Jakarta untuk selalu waspada dan hati-hati akan perubahan cuaca yang bisa terjadi dengan cepat.

baca juga:

"Yang penting sekarang kami ingin bahwa seluruh warga Jakarta waspada, hati-hati stand by ya di Januari-Februari ini memang ada potensi peningkatan genangan, untuk itu harus siap sedia sesuai dengan aturan dan ketentuan," kata Riza di Jakarta, Rabu (19/1/2022). 

Dia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi tiga hari dengan potensi cuaca ekstrem tersebut. Mulai dari penyiapan personil lapangan hingga hingga skenario pengungsian dan fasilitas bagi pengungsi. 

"Kami sudah menyiapkan kesiapsiagaan semua personel, aparat jajaran termasuk dari LSM, Ormas, NGO yang selama ini peduli terhadap kemanusiaan dan kebencanaan kemudian juga fasilitas sarana dan prasarana sudah kami siapkan. Mulai dari perahu sampai dengan logistik terkait kebutuhan bayi juga sudah termasuk tempat-tempat pengungsian," katanya. 

Di sisi lain, mereka juga terus memperkuat koordinasi dengan stakeholder lain untuk menyusun aturan terkait kebencanaan. Sehingga upaya perlindungan dan penyelamatan warga Jakarta tetap diprioritaskan dalam menghadapi kemungkinan bencana-bencana ekstrem. 

"Kami terus koordinasikan dengan BNPB dengan semua penggiat kebencanaan kita sudah menyusun berbagai regulasi, mengesahkannya sekarang tinggal melaksanakannya," ujarnya. []