News

Peringatan 10 Tahun Kematian Kim Jong-il Digelar di 5 Negara, Ayah Kim Jong-un Panen Pujian

Upacara khusus digelar di Kongo, sedangkan Mongolia, Uganda, dan Senegal melangsungkan pidato, serta Rusia mengadakan pemutaran film.


Peringatan 10 Tahun Kematian Kim Jong-il Digelar di 5 Negara, Ayah Kim Jong-un Panen Pujian
Mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il wafat pada 17 Desember 2011. (Foto: The Guardian) ()

AKURAT.CO, Peringatan 10 tahun kematian mantan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il diadakan di berbagai negara pada 17-28 November. Sebuah upacara khusus digelar di Republik Demokratik Kongo, sedangkan Mongolia, Uganda, dan Senegal memperingatinya dalam acara pidato. Sementara itu, Rusia menggelar pemutaran film tentang kunjungan ayah Kim Jong-un tersebut ke Wilayah Timur Jauh Federasi Rusia, menurut laporan KCNA via DPRK Today.

Ketua Pusat Penelitian dan Kebudayaan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) di Mongolia memuji Kim Jong-il yang dengan setia meneruskan kepemimpinan Kim Il-sung (pendiri DPRK). Ia merumuskan gagasan revolusioner ayahnya yang dinamai 'Kimilsungisme', kemudian menerapkannya secara menyeluruh pada revolusi dan konstruksi.

Pujian serupa juga datang dari wakil ketua I sekaligus anggota Asosiasi Persahabatan dan Solidaritas Kongo-Korea Utara. Menurutnya, karier revolusioner dan prestasi Kim Jong-il tetap bersinar hari demi hari berkat vitalitas besar ideologi dan teori yang berorientasi Juche yang dikembangkan olehnya terus berkembang. Hal ini juga semakin jelas terbukti melalui realitas sosialis Korea Utara yang mencapai kemakmuran di bawah kepemimpinan Kim Jong-un yang disegani.

baca juga:

Ketua Komite Nasional Uganda bidang Kajian Gagasan juche, ketua Komite Eksekutif Nasional Uganda dari Gerakan Pan-Afrika, ketua Asosiasi Persahabatan Uganda-DPRK dan para tokoh politik serta tokoh publik Uganda lainnya juga memuji prestasi Kim Jong-il dalam mencapai tujuan kemerdekaan manusia.

"Sebuah pesan untuk Sekretaris Jenderal Kim Jong-un yang terhormat pun dibacakan dalam upacara peringatan yang berlangsung di Kongo," bunyi pemberitaan KCNA. []