Ekonomi

Perhimpunan Dokter NU Sebut Ada Hoaks Bahaya BPA Galon Air, Ini Katanya

Adanya pihak-pihak yang memelintir berita terkait bahaya kandungan BPA dalam air kemasan galon guna ulang


Perhimpunan Dokter NU Sebut Ada Hoaks Bahaya BPA Galon Air, Ini Katanya
Pekerja menata air minum kemasan galon di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2020). Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) meminta pemerintah memudahkan pengurusan Surat Izin Pengusahaan Sumber Daya Air (SIPSDA) untuk air permukaan guna memenuhi kebutuhan air bersih saat masa COVID-19. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Ketua Perhimpunan Dokter Perhimpunan Nahdlatul Ulama (PDNU) bantah berita tentang Hoax seputar bahaya BPA pada galon guna ulang. Dan PDNU mendukung aturan BPOM tentang keamanan galon guna ulang.

PDNU pun sampai saat ini masih mengkonsumsi air kemasan galon guna ulang. Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU), dr Muhammad S Niam, saat dikonfirmasi perihal adanya pihak-pihak yang memelintir berita terkait bahaya kandungan BPA dalam air kemasan galon guna ulang dengan mencatut nama salah satu  pengurus Perhimpunan Dokter PBNU.

“Selama ini dan sampai sekarang ini kita masih pakai air galon guna ulang itu kok. Kita masih support untuk penggunaannya. Secara praktis, kita masih menggunakan itu dimana-mana di tempat kerja juga,” ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021). 

Dia juga menyampaikan bahwa belum terdengar sampai saat ini ada yang terkena penyakit karena telah meminum air galon guna ulang itu.  

“Belum, belum ada yang pernah terdengar menderita sakit karena telah meminum air galon guna ulang. Belum ada bukti air galon guna ulang itu membahayakan kesehatan. Nggak lah,” katanya.

Menurutnya, masyarakat baru percaya bahwa air galon guna ulang itu membahayakan kesehatan jika sudah dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah.

“Tapi, kalau belum ada dan itu Cuma dugaan-dugaan sjaa, ya nggak bisa dijadikan pedoman. Kita harus melihat jurnal-jurnal ilmiah terbarunya,” ucap Niam.  

Karenanya, dia menegaskan bahwa PBNU maupun PDNU tetap mendukung BPOM dalam hal ini.

 “Mereka kan lembaga yang memang berwenang untuk memastikan keamanan pangan di Indonesia. Jadi, ya mestinya kita berpegang kepada apa yang telah disampaikan BPOM itu. Kalau mereka katakan aman, ya itu pasti aman,” tukasnya.