Ekonomi

Perhatikan Tim hingga Atur Gaya Hidup! Ini 7 Tips Berbisnis ala dr. Tirta

Dokter Tirta menjadi salah satu influencer yang tak hanya dikenal sebagai ahli kesehatan tetapi juga sosok yang sangat berpengaruh di dunia bisnis lokal.


Perhatikan Tim hingga Atur Gaya Hidup! Ini 7 Tips Berbisnis ala dr. Tirta
Dokter Tirta berbagi kisah perjalanan bisnisnya. (Instagram/shoesandcare)

AKURAT.CO, Hingga kini, sosok dr. Tirta menjadi salah satu influencer yang tidak hanya dikenal sebagai seorang ahli kesehatan tetapi juga sosok yang sangat berpengaruh di dunia bisnis lokal. Pasalnya, dengan cara komunikasinya yang begitu khas, pemilik nama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini selalu memberikan berbagai tips bisnis khususnya di dunia jasa. 

Dilansir dari live Instagram ‘Ngobrol Bisnis dan COVID-19 Bareng dr. Tirta’, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah tips jitu dalam mendirikan dan mengembangkan sebuah bisnis. 

1. Coba berbagai bisnis

Bisnis bisa berangkat dari mana saja, bisa dari kesukaan hingga peluang yang ada di depan mata. Namun, perjalanan untuk mencari bidang bisnis yang tepat tidaklah instan. dr. Tirta pernah mencoba sejumlah bisnis, mulai dari menjual gorengan hingga menjual gelang power balance. Bahkan, aktivitas berdagang tersebut dikerjakan ketika sedang menempuh kuliah kedokteran. Setelah mencoba berbagai bidang bisnis, akhirnya dirinya menemukan bisnis yang bisa membesarkan namanya yaitu bisnis jasa cuci sepatu. 

2. Ikut komunitas sesuai hobi

Sejak sekolah, dr. Tirta mengaku memang sangat menyukai komunitas. Tidak hanya agar memiliki teman yang lebih banyak, berkomunitas nyatanya bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan jaringan dan informasi yang lebih luas. dr. Tirta pun menerapkan hal tersebut. Memiliki sejumlah hobi, dirinya pun ikut dalam sejumlah komunitas mulai dari musik hingga sepatu. Pemilihan komunitas tersebut pun didasarkan dari hobi yang disukainya. 

3. Manajemen tim

Dari obrolan via live Instagram tersebut, dr. Tirta juga menceritakan bagaimana dirinya begitu dekat dengan berbagai anggota timnya. Dirinya juga mengungkapkan dari situlah bisnisnya dapat berkembang. Bahkan, dirinya juga menceritakan bahwa tim yang pertama kali menemaninya membangun bisnis dari nol kini masih ada. Manajemen tim menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam mengembangkan sebuah bisnis. Dengan tim yang solid, sebuah bisnis dapat berkembang bahkan membuat anggotanya dapat terus berkembang. 

4. Manajemen keuangan

Memiliki manajemen keuangan juga menjadi salah satu penyebab kesuksesan seorang dr. Tirta. Dirinya mengaku sempat dua kali bangkrut karena manajemen keuangan yang begitu buruk. Dengan memperbaikinya, perlahan namun pasti, bisnis Communion miliknya pun dapat terus berkembang seiring dengan sejumlah bisnis lainnya seperti bisnis cuci sepatu. Salah satu bentuk manajemen keuangan yang sempat diceritakannya adalah dirinya memiliki kebiasaan untuk menabung dan tidak menggunakan hasil atau profit dari bisnisnya selama 10 tahun. 

Baca Juga: Perjalanan Bisnis Tirta Mandira Hudhi, Pernah Ditipu hingga Kerap Diejek Dokter Tukang Sepatu

5. Jangan kedepankan ego (gaya hidup)

Salah satu momen kebangkrutan yang pernah dialami oleh dr. Tirta adalah ketika dirinya memborong sejumlah sepatu dengan nilai yang cukup besar. Alih-alih mendapatkan sepatu berpasangan, dirinya hanya mendapatkan satu bagian sepatu saja namun dalam jumlah yang banyak. Dirinya mengakui bahwa keinginan tersebut ada karena ketika itu dirinya masih memiliki ego yang begitu besar karena memiliki uang cukup besar. Dari situlah, dirinya selalu menahan ego dan menahan keinginannya untuk berbelanja lebih. 

6. Atur gaya hidup

Gaya hidup juga menjadi salah satu sorotan dan hal penting ketika ingin mengembangkan sebuah bisnis. Dituturkan dr. Tirta, meski pendapatannya meningkat, namun pengeluarannya tetap. Pria kelahiran Solo ini mengaku jika pengeluarannya ketika menghabiskan waktu di Jogja tetap berada Rp1,8 juta hingga Rp3 juta per bulan. Sedangkan ketika di Jakarta, dirinya mengaku tidak akan menghabiskan uang hingga Rp3 juta hingga Rp4 juta. Dengan mengatur gaya hidup, maka pendapatan yang besar tersebut dapat digunakan untuk menabung atau mengembangkan sejumlah sektor bisnisnya. 

7. Perkuat mental (mengatur level ketersinggungan)

Dalam kesehariannya, dr. Tirta kerap mendapatkan sejumlah ejekan seperti Dokter Sepatu hingga Dokter Cuci Sepatu. Awalnya, dirinya merasa panggilan tersebut adalah ejekan. Namun, kemudian dirinya melihat panggilan tersebut adalah julukan saja dan tidak lebih. Kini, dirinya sudah menerima bahwa itulah yang memang dikerjakannya. Dari situ, kekuatan mentalnya terus terasah dan tidak mudah goyah. Dirinya setuju dengan ungkapan seorang komedian difabel, Dani Aditya, bahwa setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengatur sejauh mana dirinya tersinggung atau mengatur level ketersinggungannya. 

Dalam live Instagram tersebut, dr. Tirta juga menyatakan selama pandemi ini dirinya bisnisnya telah mengalami kerugian mencapai Rp6 miliar dan mengalami penurunan omzet hingga 70 persen.[]