News

Perhatikan Kebersihan Lidah dan Gigi Agar Terhindari dari Bau Mulut


Perhatikan Kebersihan Lidah dan Gigi Agar Terhindari dari Bau Mulut
Adji Dara Vania saat menghadiri acara "Ramadan for Modern Women," Galeries Lafayette x Chikita Rosemarie bertemakan "Gaya Hidup Sehat Ramadhan & Wanita yang Diprakarsai oleh Wanita",di Pasific Place, SCBD, Minggu (4/6)

AKURAT.CO, Kesehatan mulut saat memasuki bulan puasa menjadi perhatian utama. Khususnya bagi orang yang bekerja atau mempunyai aktivitas padat di luar. Mereka tidak ingin bau mulut mengganggu saat bertemu orang atau.

Nah, untuk merawat mulut di bulan puasa ini memang memerlukan perhatian khusus. Beruntung, banyak dokter yang mudah berbagi rahasis menjaga kesehatan mulut saat berpuasa. Petunjuk dokter memang diperlukan agar dalam memeliharanya besar dan mulut bisa segar sepanjang hari.

Drg Adji Dara Vania, seorang dokter gigi kepada Akurat.co menyampaikan sejumlah trik dan tips agar mulut tetap segar saat berpuasa. Saat ditemui di sela-sela acara bertemakan "Ramadan for Modern Women," di Pasific Place, SCBD, Minggu (4/6) ia menyebut ada sejumlah faktor dalam menjaga kesehatan mulut.

baca juga:

Berikut wawancara Rani Ayu Utami dari Akurat.co, Rani Ayu Utami dengan Dara :

Apa penyebab munculnya halitosis atau bau mulut?

Oral hygene atau kebersihan mulut, sangat berpengaruh terhadap halitosis, misalnya adanya karang gigi dan gigi berlubang. Jika gigi kalian berlubang dan tidak dirawat, lama kelamaan bisa hancur, membusuk dan menyebabkan halitosis.

Bisa juga disebabkan kurang bersih saat menyikat gigi, masih ada sisa makanan yang menyangkut di sela-sela gigi. Jadi kalian juga dapat menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang ada.

Apakah kondisi lidah kita juga mempengaruhi munculnya halitosis?

Lidah juga berpengaruh munculnya halitosis. Misalnya saja saat kita minum kopi, otomatis akan muncul berwarna kuning dan lama-kelamaan berwarna putih di lidah. Hal itu dikarenakan bakteri nempel di lidah. Sama halnya dengan makanan, apapun yang kita makan akan meninggalkan bekas di lidah. Jadi selain membersihkan gigi atau menyikat gigi, lidah juga harus dibersihkan untuk menghindari terjadinya halitosis.

Apakah ada faktor lain penyebab halitosis?

Ada, yaitu munculnya halitosis mungkin juga disebabkan karena adanya penyakit sistemik lainnya. Misalnya diabetes, juga penyakit asam lambung misalnya maag atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang sudah parah.

Sebetulnya bagi penyakit maag ini, tidak semata-mata langsung akan munculnya halitosis atau bau mulut gitu. Jika maag sudah pada tahap kronis bisa menimbulkan bau mulut. Macam-macam sih penyakit sistemik nya yang bisa bikin bau mulut, tapi juga dipengaruhi hal lainnya kayak oral hygene tadi.

Hal apa yang harus dihindari agar tidak muncul halitosis di bulan puasa?

Jadi, untuk menghindari terjadinya halitosis saat bulan puasa seperti ini, kalian dapat menghindari atau mengurangi makanan yang menimbulkan bau seperti bawang-bawangan, dan lainnya.

Tips untuk menjaga kesegaran mulut saat Ramadan?

Melakukan menyikat gigi dua kali sehari, yaitu setelah sahur dan sebelum tidur malam, dan juga dilengkapi dengan mouthwash atau obat kumur setelah menyikat gigi. []

Rani Ayu Utami

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first