Lifestyle

Cara Hitung Kalori Agar Bisa Kurus

Sebelum melangkah pada tahap penurunan berat badan. Kita harus mengertahui cara menghitung kalori makanan dari asupan sehari-hari dan kebutuhan kalori


Cara Hitung Kalori Agar Bisa Kurus
Ilustrasi berat badan ideal (Unsplash/@yunmai)

AKURAT.CO, Jika bicara masalah kalori, tidak sedikit orang yang langsung mengaitkannya dengan makanan tidak sehat seperti makanan berlemak. Ya, apabila mengonsumsi lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan tubuh, maka berat badan akan naik. Sebaliknya, apabila mengonsumsi kalori lebih sedikit atau defisit kalori, maka berat badan dan kadar lemak di tubuh akan menurun.

Sebelum melangkah pada tahap penurunan berat badan, kamu harus mengertahui cara menghitung kalori makanan dari asupan sehari-hari, agar badan mengalami kalori defisit dan berat badan ideal bisa didapat.

Banyak aplikasi smartphone bisa menghitung kalori makanan yang telah atau akan kamu konsumsi. Kamu cukup memasukkan nama makanan atau minuman yang dikonsumsi. Setelah itu, jumlah kalori yang ada pada menu tersebut bisa langsung diketahui. 

Namun, kamu jangan mengira-ngira jumlah kalori yang dimakan. Sebab, tanpa disadari, sudah banyak distorsi yang terjadi pada sepiring makanan yang dilahap. 

Sebagai contoh, hanya makan satu porsi mie, kamu mungkin berpikir bahwa satu mangkuk bukanlah jumlah yang banyak. Namun sebenarnya, yang perlu dilihat adalah banyaknya mie yang ada di dalam satu mangkuk tersebut. 

Belum lagi ada tambahan topping seperti ayam, udang, bakso atau bahkan sambal dan kecap yang kamu tambahkan serta kalori dari minuman yang kamu minum, saat makan mie. Semuanya juga akan menyumbang kalori ke tubuh. 

Namun, perlu diingat bahwa tidak ada ilmu pasti yang digunakan untuk menghitung kalori makanan. Kamu juga tidak perlu terlalu terbebani untuk menghitung asupan makanan dengan begitu akurat.

Selain memahamai cara menghitung kalori makanan, kamu juga perlu mengetahui cara menghitung kebutuhan kalori harian yang dibutuhkan oleh tubuh, agar mencapai defisit kalori. 

Untuk mengetahui kebutuhan kalori harian secara umum, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mensosialisasikan rumus penghitungan kebutuhan kalori basal (KKB). Berikut ini cara menghitungnya. 

Pertama, ketahui terlebih dahulu tinggi badan (dalam satuan cm) . Setelah itu, hitung berat badan ideal (BBI), dengan rumus: BBI = (TB-100) – (10% dari hasil TB-100). 

Sebab, BBI akan digunakan untuk mengetahui kebutuhan kalori dasar (KKB) dengan rumus perhitungan: laki-laki = 30 kkal x BBI. Lalu, untuk Perempuan = 25 kkal x BBI. 

Sebagai contoh, jika kamu adalah seorang perempuan dengan tinggi badan 165 cm, maka BBI mu adalah: BBI = (165-100) – (10% x (165-100)) = 65 – (10% x 65) = 65 – 6,5 = 58,5 kg. Lalu, karena kamu adalah seorang perempuan, maka kebutuhan kalori dasar harian adalah: KKB Perempuan = 25 kkal x 58,5 = 1462,5 kkal. 

Pada penghitungan kebutuhan kalori harian total, akan dipertimbangkan juga aktivitas harian yang sering dilakukan. Hasilnya, tentu akan berbeda dari KKB. 

Agar tidak bingung mengenai berapa kebutuhan kalori harian dan berapa kalori makanan yang harus di konsumsi supaya mencapai defisit kalori, jangan ragu untuk menghubungi ahli gizi atau dokter spesialis gizi. 

Sebab menurunkan badan bukan hanya soal menurunkan kilogram, tapi juga demi kesehatan dalam jangka panjang dari dampak defisit kalori yang bis menurunkan berat badan.[]