Tech

Perhatikan Ini Agar Terhindar dari Situs Palsu

Situs palsu tersebut bertujuan untuk menyebarkan hoax atau menipu secara materiil


Perhatikan Ini Agar Terhindar dari Situs Palsu
Ilustrasi situs website (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Hadirnya internet memudahkan berbagai aspek kehidupan kita. Namun seiring dengan menjamurnya situs palsu atau situs bodong belakangan ini, kita harus berhati-hati.

Bahaya Situs Bodong

Situs palsu tersebut bertujuan untuk menyebarkan hoax atau menipu secara materiil. Kamu mungkin tidak asing dengan kasus pedulilindungi.com, yang merupakan situs bodong dari situs resmi pedulilindungi.com. Situs seperti itu membuat kita secara sukarela memberikan data pribadi karena mengira situs tersebut merupakan situs resmi milik pemerintah.

Tidak sedikit pula laporan penipuan materiil secara langsung. Biasanya penipu membuat situs bodong atas nama sebuah toko online. Lalu pembeli melakukan transaksi dan tentu saja barang tidak pernah sampai. Kamu juga harus berhati-hati dengan pharming handphone. Dengan metode ini, penipu sudah bisa mendapatkan akses illegal smartphone mu hanya sesaat setelah kamu membuka situs palsu buatan mereka.

Ciri-ciri Situs Palsu

Berikut ciri-ciri situs bodong yang harus kamu perhatikan agar terhindar dari penipuan.

1. Tidak Menggunakan Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS)

Saat membuka sebuah situs, pastikan situs tersebut menggunakan protokol HTTPS. Caranya klik dua kali tautan pada kolom URL di bagian atas, lalu pastikan bahwa pada bagian depan domain tertulis https:// dan bukan http://.

HTTP merupakan protokol jaringan yang secara langsung mengizinkan pertukaran data antara pemilik server situs dengan setiap orang yang membuka situs tersebut. Sehingga saat kamu melakukan login atau menginput data tertentu, tidak ada peringatan terlebih dahulu dari browser yang kita pakai.

Sedangkan saat kita masuk ke situs dengan HTTPS, browser akan langsung melakukan pengecekan apakah situs tersebut aman. Setelahnya kamu dapat melihat ikon gembok yang ada di bagian paling kiri kolom URL. Jika ada tulisan “secure” berarti situs tersebut sudah terhubung ke sertifikat SSL/TLS. Dengan kata lain, dapat kita katakan bahwa situs tersebut hampir 100% bukan situs palsu.

2. Pola Kalimat Pada Situs Palsu Berantakan

Selanjutnya, kamu bisa melihat pola kalimat yang ada pada sebuah situs. Situs yang digunakan untuk menipu biasanya tidak memperhatikan tampilan situs, termasuk kalimat yang mereka pakai. Mereka cenderung menggunakan pola kalimat yang berantakan, terlihat ada seperti kata yang kurang, tanda baca yang salah, dan sebagainya.

3. Situs Palsu Memasang Terlalu Banyak Iklan

Ciri berikutnya adalah iklan yang terlalu banyak muncul. Penipu biasanya tidak terlalu memikirkan bagaimana pengalaman usernya saat berselancar di situs mereka, termasuk memasang begitu banyak iklan yang mengganggu. Bahkan bisa jadi, salah satu iklan tersebut adalah tautan menuju situs lain yang lebih berbahaya.

4. Top-domain yang Tidak Umum

Banyak pilihan top-domain yang bisa pemilik situs gunakan. Misalnya kamu membuka situs belanja online, namun domain tersebut diakhiri dengan “.net” atau “.org”, sebaiknya kamu mencurigainya. Bisa jadi situs tersebut merupakan akuisisi dari badan atau organisasi penipuan.

Cara Mengecek Keamanan Situs

Salah satu cara paling mudah untuk mengecek keamanan situs adalah dengan menggunakan Whois Domain. Kamu hanya perlu menginput situs yang kamu curigai dan Who Is akan langsung menampilan informasi lengkap mengenai situs tersebut. Salah satunya adalah kapan situs tersebut dibuat.

Situs palsu biasanya sering mengganti domain karena domain yang lama telah dilaporkan sebagai scam dan terblokir. Who Is juga akan memberikan informasi server, pemilik situs, alamat, serta nomor handphone.

Demikian ciri situs palsu dan cara mengidentifikasinya. Situs bodong tersebut menggunakan prinsip “mati satu, tumbuh seribu”, sehingga kamu harus berhati-hati. Jangan sampai kamu menjadi target mereka yang selanjutnya.