Tech

Perhatikan Hal Ini Saat Bonceng Anak Naik Motor

Asal membonceng anak bisa berisiko pada keamanannya saat menaiki sepeda motor.


Perhatikan Hal Ini Saat Bonceng Anak Naik Motor
Ilustrasi cari aman membonceng anak naik motor. (astra-honda.com)

AKURAT.CO Saat memutuskan membonceng anak menggunkan sepeda motor, maka kamu tidak bisa asal membonceng. Nah, yang sering terjadi adalah membonceng anak di posisi depan. Padahal, posisi ini berbahaya.

Manajer Safety Riding Department PT Astra Honda Motor, Johannes Lucky mengatakan,  berbagai alasan disampaikan para orang tua saat membonceng anak di depan. Padahal, terdapat potensi bahaya tersembunyi atas kondisi tersebut.

"Biasanya orang tua membonceng anak di depan karena berbagai alasan sederhana. Misalnya anak bisa menikmati pemandangan dan merasa senang saat duduk di depan. Ada juga yang berpikir posisi anak di depan lebih aman dan mudah dikontrol saat tertidur. Padahal ini tidak benar," ujar Lucky, dilansir dari laman Honda, Jumat (5/8).

baca juga:

Ia menjelaskan, ada beberapa potensi bahaya saat orang tua membonceng anak di depan. Misalnya, terbentur setang kemudi, terjepit, mendapatkan gangguan kesehatan, menutupi ruang lingkup pandangan pengemudi, mengganggu pengendalian, hingga salah komunikasi atau membaca informasi dari panel meter sepeda motor.

Untuk itu, penting mengetahui cara aman membonceng anak menggunkan sepeda motor. Menurut Lucky, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membonceng anak.

Perlengkapan berkendara

Ketika membonceng anak, pastikan anak juga menggunakan perlengkapan berkendara, karena pembonceng dan pengendara memiliki risiko yang sama. Keduanya wajib menggunakan perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Perhatikan posisi

Pastikan juga kamu membonceng anak di belakang dengan posisi lurus dengan tubuh pengendara dan rapat, sehingga anak dapat memegang tubuh pengendara lebih baik dan meningkatkan keseimbangan saat berkendara. Jangan posisikan anak di depan pengemudi.

Pastikan anak siap dibonceng

Hal berikutnya, yang perlu diperhatikan, yaitu pastikan tangan anak sudah bisa memegang kuat pengendara. Pegangan yang kuat dapat mencegah keseimbangan anak tergangu ketika membonceng. 

Selain itu, bisa juga ditambahkan sabuk pembonceng, sehingga keseimbangan dan posisi anak dapat lebih terjaga. Lalu, pastikan juga kaki sudah bisa menginjak pijakan kaki pembonceng dan ingatkan anak untuk tidak memainkan kakinya ketika dibonceng. Untuk mencegah potensi tersenggol kendaraan lain.

Kontrol kecepatan

Saat berkendara dengan anak, maka kamu perlu mengontrol kecepatan berkendara. Hal ini ditujukan untuk mencegah anak terpental kebelakang atau berguncang saat kamu menarik gas karena pegangan anak yang belum kuat, atau anak tidak siap terhadap pergerakan tiba-tiba sepeda motor.

Selain itu, untuk mencegah anak terlempar saat bermanuver atau menikung dengan kecepatan tinggi. Hal ini berpotensi terjadi karena kekuatan pegangan anak ke tubuh pengendara tidak akan sekuat orang dewasa. Serta mencegah terjadinya pengereman yang kuat. Mengingat saat menggunakan kecepatan tinggi, pengemudi berpotensi untuk melakukan pengereman kuat yang akhirnya memberikan rasa tidak nyaman kepada anak.

Atur waktu, rute, dan jarak

Anak memiliki ketahanan fisik yang berbeda dengan orang dewasa, sehingga mereka tidak bisa diperlakukan sama. Mengatur waktu keberangkatan seperti berangkat lebih pagi untuk menghindari terik matahari akan dapat mengurangi ketidaknyamanan mereka ketika berkendara.

Kemudian, mengatur rute keberangkatan juga diperlukan agar terhindar dari kemacetan dan dapat sampai lebih cepat. Namun, pastikan juga rute tersebut aman, layak dan tidak melanggar peraturan lalu-lintas. Saat berkendara dengan anak , kamu juga perlu mengatur jarak perjalanan sehingga bisa menentukan waktu istirahat yang baik untuk anak ketika berkendara.

Sering cek kondisi anak

Saat membonceng anak, kamu juga harus sering melakukan konfirmasi kepada anak, apakah dia haus, mengantuk, capek dan lainnya. Ketika sering melakukan pengecekkan seperti ini, maka kamu bisa menemukan masalah pada anak sedini mungkin, sehingga dapat mencegah terjadinya potensi bahaya.