News

Perhatian! Ini Imbauan Polisi Bila Ambulans Lewat

Mobil ambulans menjadi salah satu kendaraan yang harus didahulukan di jalan raya


Perhatian! Ini Imbauan Polisi Bila Ambulans Lewat
Ambulans membawa pasien positif COVID-19 yang akan dirawat di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu (9/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Polisi mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk menepikan kendaraan apabila mendengar raungan sirine mobil ambulans. 

"Kami ingatkan bagi masyarakat pengguna jalan yang mengetahui, melihat, dan mendengar sirine atau isyarat lampu kendaraan ambulance untuk mengurangi kecepatan, kemudian menepi dan memberikan ruang gerak bagi kendaraan ambulans yang melintas," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam dalam keterangannya, Rabu (23/5/2022). 

Jamal mengatakan hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Undang Undang Angkutan Jalan.

baca juga:

"Kita semua tahu bahwa kendaraan ambulans membutuhkan kecepatan waktu utk dapat menolong orang sakit agar tiba tepat waktu di rumah sakit. Oleh karena itu kita harus berikan prioritas penuh sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan," lanjutnya. 

Sebagai informasi, mobil ambulans menjadi salah satu kendaraan yang harus didahulukan di jalan raya. Mengacu pada Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 134 atau PP Nomor 4 Tahun 1993 Pasal 65, ambulans yang mengangkut orang sakit jadi kendaraan prioritas di jalanan.

"Artinya kendaraan ambulance mendapatkan prioritas utama untuk didahulukan. Bahkan alat pemberi isyarat lalu lintas / traffic light dan rambu lalu lintas tidak berlaku bagi kendaraan yg memperoleh hak utama," tutupnya. 

Berikut ini urutan pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan aturan perundang-undangan: 

1. Kendaraan pemadam kebakaran (damkar) yang sedang melaksanakan tugas.

2. Ambulans yang mengangkut orang sakit.

3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

4. Kendaraan pimpinan lembaga Negara Republik Indonesia.

5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.

6. Iring-iringan pengantar jenazah.

7. Konvoi dan atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.[]