News

Performa Airlangga Lawan Pandemi, Kans Berharga Bertarung di 2024

Gebrakan Menko Perekonomian itu dalam menanggulangi pandemi Covid-19 bakal menjadi modal besar di Pilpres 2024.


Performa Airlangga Lawan Pandemi, Kans Berharga Bertarung di 2024
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (AKURAT.CO/Badri)

AKURAT.CO, Gebrakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam mengatasi pandemi Covid-19, murni untuk membantu Presiden Joko Widodo. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Partai Golkar Dave Akbarshah Firkano atau yang kerap disapa Dave Laksono.

"Jadi gini, tupoksi utama Pak Airlangga adalah untuk membantu segala tugas dan fungsi presiden di bidang perekonomian. Dalam hal ini beliau juga ditugasi untuk membantu presiden menyehatkan bangsa dan membangkitkan ekonomi," ujar Dave saat dihubungi AKURAT.CO di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Meski begitu, menurut Dave sah-sah saja jika performa Ketua Umum Partainya yang begitu baik membuka peluang maju di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Ini justru kesempatan yang sangat bagus. Karena, menurutnya, dengan memiliki calon presiden (capres) yang gemilang maka potensi Partai Golkar untuk memenangkan pemilu makin meningkat. "Akan tetapi, tujuan utama adalah menjalankan fungsi utama sebagai Menko," ujarnya.

Di tempat terpisah, hal senada diutarakan Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio atau Hensat. Dia menilai gebrakan Menko Perokonomian itu dalam menanggulangi pandemi bakal menjadi modal besar di Pilpres 2024. "Apakah gebrakan bisa buat modal pilpres? Bisa. Keberhasilan menangani Covid-19 menjadi prestasi berharga bagi pejabat," kata Hendri saat dihubungi AKURAT.CO Kamis (12/8/2021) di Jakarta.

Namun, menurut Hensat, saat ini belum tepat untuk melakukan penilaian. Pasalnya, wabah pandemi Covid-19 belum usai. "Jadi, belum bisa dibilang berhasil. Hati-hati juga, jangan kemudian belum selesai terus dianggapnya sudah selesai," ujarnya.

Hendri mengingatkan ada banyak hal sebetulnya yang harus dipertanggungjawabkan dari keberhasilan mengatasi pandemi Covid-19. Misalnya, tingkat kematian yang saat ini masih terbilang mengkhawatirkan. Dan hal itu tentu belum bisa dijadikan sebuah prestasi.

Apalagi, lanjut dia, setiap tokoh yang terlibat ingin prestasinya terlihat di publik itu harus membedakan mana yang prestasi dan kewajiban. Karena, kata Hensat, masyarakat sudah kritis dan bisa menilai mana yang kewajiban seorang pejabat mana yang prestasi pejabat.

"Prestasi itu apa, sih? Hal yang diluar kewajiban yang ternyata hasilnya bagus banget. Contoh, Airlangga Menteri Perekonomian. Ekonominya bagus itu bukan prestasi kan, itu kewajiban. Kemudian, misalnya dia sebagai Menko Perekonomian ternyata program-program penanggulangan Covid-19-nya bagus, itu bisa dianggap prestasi," paparnya.

"Jangan lupa, kalau memang bagus tapi kan sekarang agak sulit nih. Kenapa, alasannya? Ada dua. Yang pertama, tingkat kematiannya (Covid-19) sudah tinggi. Yang kedua, belum selesai. Jadi, hati-hati," pungkasnya.[]