Olahraga

Perez: ESL Digelar karena Orang Muda tak Tertarik Lagi dengan Sepakbola

Florentino Perez mengatakan bahwa ESL digelar untuk menyiasati kurangnya minat generasi muda terhadap sepakbola.


Perez: ESL Digelar karena Orang Muda tak Tertarik Lagi dengan Sepakbola
Florentino Perez tiba di acara yang diselenggarakan oleh UEFA di Monako (REUTERS/Eric Gaillard)

AKURAT.CO, Bos Real Madrid yang juga pemimpin Liga Super Eropa (ESL), Florentino Perez, memberikan respons atas reaksi negatif terhadap proposal turnamen barunya. Perez mengatakan bahwa ESL digelar untuk menyiasati kurangnya minat generasi muda terhadap sepakbola.

“Orang-orang muda tidak lagi tertarik (dengan pertandingan sepakbola). Penonton menurun dan hak (siar) menurun dan sesuatu harus dilakukan. Kami semua hancur. Televisi harus berubah jadi kami bisa beradaptasi,” kata Perez sebagaimana dipetik dari BBC.

Isu ESL terus melanda sepakbola Eropa terutama setelah 12 klub terbesar memutuskan untuk mengikuti kejuaraan yang terpisah dari naungan UEFA tersebut. Inggris merupakan negara penyumbang tim terbanyak dengan enam klub yang memutuskan memilih ESL.

Dari Inggris adalah Chelsea, Arsenal, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Liverpool. Sementara enam lainnya adalah Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, berencana mengadakan pertemuan dengan pejabat otoritas sepakbola dan perwakilan penggemar untuk membicarakan ESL. Sungguhpun enam klub Liga Primer Inggris bersetuju dengan ESL, namun 14 lainnya memilih untuk absen.

“Ini adalah pertandingan Anda–dan Anda bisa menjamin bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa untuk memberikan rencana lucu ini ‘palang merah’,” tulis Johnson dalam surat terbuka langsung kepada penggemar sepakbola Inggris.

Hampir semua anggota parlemen Inggris dari berbagai partai juga menentang usulan pembentukan ESL. Alasan terbesarnya adalah bahwa kompetisi ini akan menyingkirkan banyak tim Eropa dari kejuaraan antar benua yang selama ini dikenal dengan Liga Champions.

Kritik terbesar adalah turnamen ini menjadi ajang eksklusif di mana 12 klub pendiri tidak akan turun kasta. Turnamen direncanakan diikuti oleh 20 klub yang terbagi dalam dua grup di mana masing-masing grup berisi sepuluh tim. 

Presiden UEFA, Aleksandr Ceferin, mengancam akan melarang seluruh pemain yang ikut serta di ESL berpartisipasi di ajang internasional seperti Piala Eropa dan Piala Dunia. Ceferin menganggap bahwa ESL adalah rencana sinis yang dimotivasi oleh keserakahan klub.

Adapun asosiasi pesepakbola internasional (FIFPro) meminta polemik ini tidak menjadi pemain sebagai tumbal. Pasalnya, mereka harus patuh pada kebijakan klub sementara konfederasi seperti UEFA juga mengancam memberikan sanksi.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu