Tech

Peretas Bisa Manipulasi Pesan WhatsApp, Kaspersky: 'Perbarui Aplikasi'


Peretas Bisa Manipulasi Pesan WhatsApp, Kaspersky: 'Perbarui Aplikasi'
WhatsApp (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Beredar kabar bahwa layanan pesan instan WhatsApp memiliki kelemahan dan teridentifikasi celah keamanannya. Sehingga memungkinkan peretas untuk memanipulasi pesan yang dikirimkan pengguna baik dalam percakapan publik maupun pribadi.

Hal tersebut pada akhirnya meningkatkan potensi memunculkan informasi tidak bertanggung jawab yang disebarkan oleh pihak yang seakan-akan sumber tepercaya.

Hal ini pun mendapat perhatian dari perusahaan Cybersecurity Lab Kaspersky. Penelitian keamanan siber, Victor Chebysev mengatakan celah keamanan yang ditemukan di WhatsApp menjadi hal yang perlu diperhatikan. Karena dapat berakibat pada pengguna yang dituduh menyebarkan pesan palsu.

Kendati demikian, bukan berarti pengguna berhenti menggunakan layanan pesan instan milik keluarga Facebook tersebut. Meski bug tersebut berbahaya, tetapi tidak berdampak pada semua perangkat lunak.

"Namun, para pengguna harus sangat berhati-hati saat berkontribusi pada percakapan dalam grup. Jika ada keraguan selama berlangsungnya korespondensi, konfirmasikan identitas penulis dalam percakapan pribadi," kata Victor dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/8).

Dia pun menyarankan agar semua pengguna terus memantau pembaruan aplikasi WhatsApp dan segara melakukan pengunduhan versi terbaru itu agar tetap aman dalam berkomunikasi.

Celah keamanan WhatsApp itu ditemukan oleh perusahaan keamanan siber Checkpoint yang mendemonstrasikannya pada konferensi keamanan siber, Black Hat di Amerika Serikat.

Tim Checkpoint memperlihatkan bagaimana bug itu bisa dipakai untuk teks yang dikirimkan oleh seseorang. Sehingga pesan itu seakan-akan benar dikirim oleh orang tersebut.[]