News

Perekonomian Mulai Menggeliat di Tengah COVID-19, BUMD DKI ini Sukses Cetak Laba Rp191,60 Miliar

Keuntungan tersebut meningkat 4,16 persen dibanding tahun sebelumnya.


Perekonomian Mulai Menggeliat di Tengah COVID-19, BUMD DKI ini Sukses Cetak Laba Rp191,60 Miliar
Penjual sayuran saat berjualan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2019). Pasca lebaran harga cabai terus melonjak, terpantau dari pedagang di Pasar Minggu untuk cabai rawit merah harga jualnya mencapai Rp60 ribu per kg, cabai besar Rp80 ribu, cabai keriting Rp60 ribu. Cabai rawit hijau yang biasa murah saat ini mencapai Rp70 ribu. (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, Bank DKI berhasil mencetak  laba  bersih Rp191,60 miliar pada kuartal 2021 walau kondisi Ibu Kota masih diterjang pandemi COVID-19.

Keuntungan tersebut meningkat 4,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp183,95 miliar

"Pertumbuhan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan Pendapatan bunga bersih sebesar 14,43 persen, dari semula tercatat sebesar Rp579,67 miliar pada kuartal I 2020 menjadi sebesar Rp663,30 miliar pada kuartal I 2021," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini kepada wartawan Kamis (27/5/2021).

Herry menyebut, walau kondisi Jakarta sedang diterjang pandemi corona, namun kondisi perekonomian mulai membaik dan berangsur bangkit setelah sebelumnya sempat pincang  lantaran wabah mematikan itu. 

"Pertumbuhan laba bersih tersebut seiring dengan telah berangsur pulihnya perekonomian sehingga mempengaruhi permintaan kredit," tuturnya.

Herry melanjutkan, pada kuartal I 2021, Bank DKI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 3,96 persen secara year of year (YoY) menjadi Rp33,66 triliun per Maret 2021 dibanding periode sebelumnya sebesar Rp32,37 triliun.

Meski demikian, Bank DKI tetap menerapkan berbagai inisiatif dan pengelolaan risiko yang efektif untuk menjaga kenaikan risiko kredit bermasalah.

"Penyaluran kredit dan pembiayaan juga dilakukan dengan sangat selektif dan memperhatikan prinsip kehati-hatian," katanya lagi.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI juga mengalami peningkatan sebesar 28,42 persen  menjadi Rp42,98 triliun pada kuartal 1 2021. Pertumbuhan DPK tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan giro sebesar Rp11,34 triliun per Maret 2021, meningkat 74,87 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp6,49 triliun.

"Pertumbuhan DPK tersebut dibarengi dengan membaiknya rasio dana murah (CASA Ratio) dari sebelumnya 43,54 persen menjadi 47,56 persen ," terangnya.

Herry mengklaim, Bank DKI juga terus melakukan perbaikan kualitas kredit yang terjaga dengan baik dimana pada kuartal I 2021, Rasio NPL gross masih terjaga sebesar 3,19 persen meningkat 0,10 persen  dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, peningkatan rasio NPL gross tersebut masih berada di bawah peningkatan rasio NPL industri perbankan sebesar 0,40 persen dari semula sebesar 2,77 persen di kuartal I 2020 menjadi sebesar 3,17 persen  di kuartal I 2021.

Rasio NPL Net Bank DKI pada kuartal 1-2021 tercatat sebesar 0,62 persen dan berada di bawah rata-rata NPL Net industri perbankan sebesar 1,02 persen . Hal ini menunjukkan bahwa Bank DKI telah mengantisipasi potensi risiko dengan melakukan pencadangan meskipun terdapat program restrukturisasi.

"Risiko kredit memang menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan mengingat kita masih diliputi dengan kondisi Pandemi COVID-19," tandasnya. []