News

Perekaman E-KTP Sudah Mencapai 99 Persen , Ini Jumlah Terkini Penduduk Indonesia

Zudan melaporkan bahwa jumlah penduduk Indonesia per akhir tahun 2021 sebanyak 273.879.750 jiwa. 


Perekaman E-KTP Sudah Mencapai 99 Persen , Ini Jumlah Terkini Penduduk Indonesia
Pekerja saat mereparasi KTP milik warga yang rusak di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) Prof Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, progres perekaman KTP Elektronik (E-KTP) per semester II 2021 telah mencapai 198.628.692 jiwa atau sudah mencapai 99,21%. 

Dengan demikian, masih tersisa hanya 0,79% atau 1.569.178 jiwa yang belum direkam. Untuk menuntaskannya, Zudan menegaskan, Dukcapil Kemendagri akan terus melakukan penyisiran dan rechecking secara berkala.

"Bisa jadi sisa wajib E-KTP yang belum merekam itu sudah meninggal, pindah kewarganegaraan, atau sudah terdata dengan identitas lain,” kata Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/2/2022). 

baca juga:

Selain itu, Zudan juga melaporkan bahwa jumlah penduduk Indonesia per akhir tahun 2021 sebanyak 273.879.750 jiwa. 

"Terdapat kenaikan sebanyak 2.529.861 jiwa dibanding tahun 2020," ungkapnya. 

Dari total 273 jutaan penduduk tersebut, 138.303.472 jiwa adalah laki-laki (50,5%), sedangkan 135.576.278 jiwa lainnya perempuan (49,5%). Adapun daerah dengan jumlah penduduk terbanyak, di level provinsi adalah Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk 48.220.094 jiwa. 

Sementara itu, Provinsi Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan jumlah penduduk paling sedikit, yaitu sebanyak 698.003 jiwa. 

Sedangkan di level kabupaten/kota, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 5.327.131 jiwa. 

"Daerah yang jumlah penduduknya tersedikit adalah Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, dengan jumlah penduduk hanya 24.855 jiwa," tuturnya. 

Selain itu, Kemendagri juga mencatat 6.577.916 kali peristiwa pindah-datang penduduk Indonesia di sepanjang 2021. 

Zudan menyebut Kemendagri memang aktif merilis data agregat kependudukan per semester. 

"Hal ini untuk menunjukkan kepada publik betapa dinamisnya fenomena kependudukan di Indonesia," ujarnya. 

Diketahui, Upaya pengadaan KTP Digital sejauh ini telah dilakukan uji coba sejak tahun 2021, dimulai di 58 kabupaten dan kota. 

 Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, program transformasi yang mulai dilakukan pada tahun 2020 tersebut dikembangkan dengan menggunakan SIAK (Sistem informasi administrasi kependudukan) terpusat.  

Artinya, pihaknya mulai meninggalkan layanan manual dan bergeser secara daring, yang diharapkan mampu menjangkau pelayanan luar negeri. 

"Mulai kemarin kami sudah mencetak KTP elektronik secara digital untuk warga di Amerika, Belanda, Perancis, dan lainnya," kata Zudan saat menjadi narasumber di acara Leader Talk Airlangga Forum daring oleh Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) pada Rabu (23/2/2022).[]