News

Percobaan Pembunuhan Hakim Jamaluddin Bukan yang Pertama Kali, Begini Kronologinya


Percobaan Pembunuhan Hakim Jamaluddin Bukan yang Pertama Kali, Begini Kronologinya
Zuraida Hanum ditetapkan sebagai otak pelaku tewasnya hakim Jamaluddin, yang tak lain adalah istri korban sendiri (AKURAT.CO/Muhlis)

AKURAT.CO, Kasus kematian hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin (56), yang ditemukan tewas dalam mobil Toyota Prado Land Cruiser BK 77 HD di sebuah perkebunan sawit warga di Dusun II, Desa Suka Rame, Namobintang, Kabupaten Deliserdang, akhirnya terungkap.

Dari hasil penyelidikan diketahui hakim Jamaluddin merupakan korban pembunuhan berencana yang dilakukan oleh istri korban sendiri yakni ZH. Proses eksekusi korban dilakukan oleh dua orang suruhan sang istri yakni JP dan RF.

Korban dibunuh di rumahnya di Perumahan Royal Monaco Jalan Eka Surya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin dalam paparannya menjelaskan kronologi pembunuhan hakim Jamaluddin berdasarkan hasil penyidikan, diketahui jika rencana pembunuhan terhadap hakim Jamaluddin bukanlah kali pertama direncanakan oleh sang istri.

"ZH berniat menghabisi nyawa korban pertama kali pada bulan Maret 2019. Saat itu, ZH meminta kepada seseorang bernama LJH untuk mengeksekusi korban lantaran cemburu kepada korban, namun LJH tidak bersedia," kata Irjen Pol Martuani Sormin. 

Hingga pada akhir 2018, ZH berkenalan dengan seseorang berinisial JP, lantaran anak mereka satu sekolah di salah satu sekolah swasta di Medan. Pertemuan mereka akhirnya berbuah hubungan asmara, saat itu pula ZH menceritakan keinginannya menghabisi nyawa korban.

Pada tanggal 25 November 2019, ZH pun bertemu dengan JP di salah satu cafe yang ada di Jalan Ringroad Kota Medan, untuk membahas proses eksekusi hakim Jamaluddin. Selanjutnya JP, yang dinyatakan sebagai pelaku utama, menghubungi pelaku RF untuk membantu rencana tersebut.

"JP ini pelaku utama yang diminta oleh ZH. Sementara RF membantu pelaku utama JP, sesuai permintaan ZH," jelas Kapolda Sumut.

Kemudian, 28 November 2019, sebagai hari yang telah direncanakan sebagai hari eksekusi terhadap hakim Jamaluddin. Pada pukul 19.00 WIB, JP dan RF dijemput oleh ZH di Jalan Karya Wisata menggunakan mobil Toyota Camry BK 78 ZH.

Keduanya dibawa oleh ZH menuju rumah mereka di Perumahan Royal Monaco Jalan Eka Surya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. JP dan RF diintruksikan naik ke lantai tiga rumah menunggu korban Jamaluddin pulang ke rumah.

ZH sempat naik ke lantai tiga setelah korban tiba di rumah untuk memberikan air mineral. Pada pukul 01.00 WIB pada 29 November 2019, istri korban kembali naik ke lantai tiga mengintruksikan agar keduanya memulai eksekusi.

ZH juga menuntun keduanya menuju kamar korban yang saat itu tengah tidur ditemani putrinya. Saat itu pula JP dan RF serta ZH mengeksekusi korban yang sedang tertidur dengan mengenakan sarung tanpa baju.

Pagi harinya, warga di Dusun II Desa Suka Rame, Namobintang, Kabupaten Deliserdang, dihebohkan dengan penemuan sebuah mobil Prado Land Cruiser BK 77 HD dengan kondisi menabrak pohon sawit bersama korban Jamaluddin yang terbujur kaku di bangku tengah mengenakan celana training khas Pengadilan Negeri Medan, dalam keadaan meninggal dunia.[]