Ekonomi

Percepat Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Harus Segera Siapkan Peta Jalan IHT

Peneliti meminta pemerintah segera membuat peta jalan (roadmap) industri hasil tembakau secara adil.


Percepat Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Harus Segera Siapkan Peta Jalan IHT
Petani menjemur tembakau di Temanggung, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)

AKURAT.CO, Peneliti Pusat Pengkajian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Imanina Eka Dalilah meminta pemerintah segera membuat peta jalan (roadmap) industri hasil tembakau secara adil.

“Industri hasil tembakau perlu roadmap untuk menjamin kepastian dan keberlangsungan industri itu sendiri. Namun yang perlu diperhatikan adalah dalam proses pembuatan roadmap tersebut harus melibatkan stakeholder terkait. Dalam hal ini pelaku industri hasil tembakau baik skala besar maupun skala menengah dan kecil,” kata Imanina Eka dihubungi di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, di satu sisi pemerintah perlu memperhatikan pengendalian konsumsi lewat kenaikan cukai dan harga jual eceran. Di sisi lain perlu mempertahankan keberadaan dan keberlangsungan industri tersebut, untuk penyerapan tenaga kerja dan perekonomian.

Roadmap yang dibentuk nanti, sambungnya, semacam buku acuan (guideline) yang dapat digunakan sebagai pedoman bersama dalam merumuskan kebijakan IHT. Baik dari segi jumlah produksi rokok, besaran cukai setiap tahunnya, dan yang lainnya.

Imanina berpendapat, kementerian yang tepat memimpin pembuatan roadmap untuk IHT adalah Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian. Pihak Menko Perekonomian perlu melibatkan pelaku industri hasil tembakau, dan stakeholders terkait.

“Kementerian Perekonomian sebagai koordinator dapat memimpin dalam pembuatan roadmap ini dengan melibatkan kementrian lain yang terkait, termasuk kementerian kesehatan, serta pihak-pihak terkait lainnya,” ujar Imanina.

Imanina menolak adanya anggapan, belum adanya roadmap IHT karena pemerintah secara perlahan akan mematikan IHT di tanah air.

Menurutnya pemerintah tidak akan mematikan IHT karena faktor banyaknya tenaga kerja yang terserap di sektor industri ini. 

“Kita tidak bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa pemerintah secara perlahan akan mematikan industri ini. Bagaimanapun pemerintah juga masih mempertimbangkan tenaga kerja yang ada dalam IHT ini,” tukas Imanina. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu