Tech

Perburuan dan Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Punahnya Mammoth

Hewan buas seperti mammoth tidak akan mati jika bukan karena manusia


Perburuan dan Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Punahnya Mammoth
Perburuan dan Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Punahnya Mammoth

AKURAT.CO, Setelah melakukan simulasi, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kombinasi perburuan dan perubahan iklim menjadi faktor binatang buas 4.000 tahun lalu terbunuh.

Sebelumnya, para ilmuwan telah menyatakan bahwa cuaca ekstrem atau penyakit genetik mungkin telah mendorong kematian spesies tersebut.

Namun, menurut penelitian baru dari para ahli di Australia, salah satu hewan buas seperti mammoth tidak akan mati jika bukan karena manusia.

baca juga:

"Tidak adanya manusia, kami memperkirakan woolly mammoth akan bertahan selama 4.000 tahun lebih," kata Dr Damien Fordham dari Universitas Adelaide di Australia Selatan kepada New Scientist.

Dilansir dari the sun, The Woolly Mammoth spesies mammoth terakhir yang masih hidup pertama kali muncul 400.000 tahun yang lalu di Asia Timur.

Dengan tinggi 11 kaki dan berat hingga enam metrik ton, kerabat terdekatnya saat ini adalah gajah Asia.

Mammoth berkeliaran di Amerika Utara dan Siberia tetapi sebagian besar menghilang dari daratan sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Populasi yang terisolasi bertahan di pulau-pulau Arktik hingga 4.000 tahun yang lalu. Kebenaran di balik kepunahan mammoth tetap menjadi topik hangat di kalangan ilmuwan.

Banyak yang percaya bahwa perburuan merupakan pukulan mematikan, meskipun hal ini masih diperdebatkan. Namun masih ada yang berpendapat bahwa iklim yang memanas menjadi faktor punahnya spesies tersebut.

"Anda akan menemukan beberapa orang yang dengan tegas berpendapat bahwa itu hanya iklim atau hanya manusia," kata Dr Fordham kepada New Scientist.

Penelitian timnya menunjukkan kombinasi keduanya pada akhirnya bertanggung jawab, dengan manusia yang menjatuhkan domino terakhir.

Model mereka mensimulasikan sejarah populasi Woolly Mammoth dari 22.000 tahun yang lalu hingga kepunahannya.

Mereka termasuk dampak pemanasan global yang mendorong habitat mammoth ke utara, serta manusia yang bermigrasi melintasi Eurasia.

Menurut sebuah makalah penelitian tentang temuan yang diterbitkan minggu lalu bahwa pada akhirnya, manusia mempercepat penurunan yang didorong iklim hingga 4.000 tahun.

Artinya, jika bukan karena manusia, mungkin saja Woolly Mammoth masih hidup hingga saat ini.

"Kami telah mampu menunjukkan bahwa manusia memiliki peran yang lebih lama di jalur kepunahan itu," tandas Dr Fordham.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu