Rahmah

Perbedaan Air Mani, Madzi, dan Wadzi dalam Fikih Islam

Seringkali tertukar mengartikan antar ketiganya.


Perbedaan Air Mani, Madzi, dan Wadzi dalam Fikih Islam
Ilustrasi sperma. (EMPOWHER.COM)

AKURAT.CO Bagi laki-laki ada tiga cairan yang keluar dari jalan depannya (qubul) yang menentukan keabsahan ibadahnya. Tiga cairan itu disebut dengan air mani, madzi, dan wadzi.

Ketiga cairan itu memiliki ciri yang berbeda satu sama lain dan berdampak kepada keabsahan ibadahnya. Oleh sebab itu, setiap muslim wajib mengetahui perbedaan ketiganya secara lebih jelas.

Penjelasan ini disaring dari beberapa kitab fikih, di antaranya; Fath al-Qarib, Fath al-Mu'in, dan kitab Fath al-Wahhab. Berikut ini perbedaan ketiga cairan tersebut:

baca juga:

1. Mani

Mani adalah cairan yang keluar dari kelamin laki-laki dan perempuan karena syahwat, baik karena berhubungan senggama atau mimpi basah.

Beberapa cirinya ialah saat keluar terasa nikmat, keluar dengan hentakan, berwarna putih cenderung kuning, berbau seperti adonan, bertekstur kental, dan menyebabkan tubuh terasa lemas setelah keluar. Adapun hukumnya, terutama menurut kalangan ulama Syafi’i adalah suci.

Sedangkan dalam tinjauan fikih, keluarnya mani mewajibkan seseorang untuk mandi karena ia termasuk dari menanggung hadas besar. Maka sebelum orang tersebut melaksanakan mandi, ia dilarang beribadah shalat, memegang mushaf, dan ibadah-ibadah yang mewajibkan seseorang suci dari hadas kecil dan hadas besar.

2. Madzi

Adapun Madzi hampir mirip dengan mani. Cairan ini keluar saat mengalami syahwat tapi tanpa disertai dengan hentakan dan kadang-kadang tanpa disadari. Teksturnya lebih cair dan dihukumi najis menurut mayoritas ulama tapi tidak mewajibkan seseorang untuk mandi.