Rahmah

Perbedaaan Pandangan Ulama Soal Salat Memakai Celana Ketat

Banyak orang yang menganggap pasti membatalkan salat


Perbedaaan Pandangan Ulama Soal Salat Memakai Celana Ketat
Ilustrasi salat (ISTIMEWA )

AKURAT.CO Ketika kita akan salat dituntut untuk mematuhi tata aturan syariat, agar salat kita bisa diterima oleh Allah SWT. Selain itu juga harus memperhatikan adab beribadah, seperti harus bersih, tidak terburu-buru, dan sebagainya.

Salah satu persoalan yang diperdebatkan di antara para ulama dalam hal salat adalah memakai celana ketat. Satu dengan yang lainnya, mereka berbeda pandangan dalam menganalisa apakah baik atau tidak memakai celana ketat saat salat.

Berikut perbedaan pandangan tersebut:

Pandangan Madzhab Hanafi

Ibnu ‘Abidin rahimahullah dalam catatan kakinya (hasyiyah-nya) terhadap kitab Ad Darul Mukhtar mengatakan,

( ولا يضر التصاقه ) أي : بالألية مثلا

Artinya: “Tidak mengapa memakai pakaian yang ketat yang menampakkan bentuk bokong, misalnya.” Dalam Syarh Al Maniyyah disebutkan,

أما لو كان غليظا لا يرى منه لون البشرة إلا أنه التصق بالعضو وتشكل بشكله فصار شكل العضو مرئيا ، فينبغي أن لا يمنع جواز الصلاة ، لحصول الستر

Artinya: “Adapun jika pakaian yang dikenakan itu tebal dan tidak tampak warna kulit, namun pakaian tersebut ketat dan menampakkan bentuk anggota tubuh, maka seperti ini janganlah dilarang untuk shalat karena pakaian tersebut sudah menutupi aurat.”

Pandangan Madzhab Syafi’i

An Nawawi rahimahullah berkata,

Sumber: Romaisyo