News

Perbatasan Ditutup, 26 Warga Aljazair Terlunta-lunta di Bandara Prancis selama 3 Pekan

Sebanyak 26 warga Aljazair yang pulang dari Inggris terjebak di Bandara Charles de Gaulle, Paris, selama 3 pekan akibat protokol COVID-19.


Perbatasan Ditutup, 26 Warga Aljazair Terlunta-lunta di Bandara Prancis selama 3 Pekan
Sudah 3 pekan 26 warga Aljazair tidur di Bandara Charles de Gaulle, Paris, dan bertahan dengan mengandalkan donasi dari relawan (AFP via Arab News)

AKURAT.CO, Sebanyak 26 warga Aljazair yang pulang dari Inggris terjebak di Bandara Charles de Gaulle, Paris, selama 3 pekan akibat protokol COVID-19. Di dalamnya terdapat 2 anak perempuan dan seorang wanita berusia 75 tahun. Mereka telah memohon kepada presiden Aljazair untuk membantu mereka pulang.

Dilansir dari Arab News, penerbangan mereka ke Aljazair dibatalkan setelah varian COVID-19 Inggris terdeteksi di negara Afrika Utara tersebut pada 25 Februari. Rombongan itu pun terpaksa tidur di bandara dan bertahan dari sumbangan relawan.

Maskapai Air Algeria telah menyediakan makanan untuk mereka. Namun, suplai tersebut dihentikan setelah mereka menolak tawaran kembali ke Inggris.

Satu orang dirawat di rumah sakit, sedangkan yang lainnya mendapat kunjungan dokter setiap hari. Mereka juga diberi akses kamar mandi di zona bandara yang terdapat hotel, tetapi dikenai biaya 20 euro (Rp342 ribu) untuk menggunakannya.

"Setiap orang punya alasan pribadi yang penting untuk pergi ke Aljazair. Istri saya berada di sana dan terjangkit COVID-19. Saya telah melepaskan pekerjaan dan apartemen. Jika tidak, kami akan kembali ke Inggris," keluh seorang pria yang tak mau disebutkan namanya.

Aljazair telah menerapkan kontrol perbatasan yang sangat ketat selama pandemi virus corona. Sebagian besar koneksi udara dan laut telah dibatalkan. Akibatnya, ribuan warga Aljazair terlunta-lunta.

Menurut Kedutaan Besar Aljazair di Prancis, konsulnya telah bertemu dengan rombongan itu di bandara pada 2 Maret. Ia memberi tahu mereka bahwa mereka perlu kembali ke tempat tinggal mereka sampai perbatasan dibuka kembali.

"Aljazair telah memutuskan untuk menutup perbatasan pada 28 Februari dan tak akan ada pengecualian," ungkapnya.

Sementara itu, otoritas bandara Prancis berjanji akan melakukan yang terbaik untuk membantu rombongan tersebut.

"Ini merupakan situasi genting, tetapi kami tak punya hak bicara atas apa yang terjadi pada mereka. Ini tergantung pada otoritas Aljazair dan Air Algeria," terang seorang juru bicara.[]