News

Perbarindo Berkomitmen Membantu Permodalan UMKM Melalui KUR


Perbarindo Berkomitmen Membantu Permodalan UMKM Melalui KUR
Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) berkomitmen menjadi mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam hal permodalan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat. (Putri Wijayanti)

AKURAT.CO, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) berkomitmen menjadi mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam hal permodalan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat. Hal tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat Indonesia.

Ketua Umum Perbarindo, Joko Suyanto mengatakan, selama ini penyaluran KUR oleh BPR/BPRS sudah berjalan. Namun untuk lebih memperluas jangkauan, pihaknya akan menggandeng perbankan untuk permodalan. Mengingat tidak semua perbankan memiliki akses hingga pelosok, hal yang justru menjadi kekuatan utama BPR/BPRS.

"Saat ini yang masih dibahasa adalah pola penyalurannya serta sistemnya. Kalau untuk nominal pinjaman dan bunga sama dengan bank umum," kata Joko di sela Munas X Perbarindo yang dilaksanakan di Hotel Sunan, Solo, Jawa Tengah, Senin (22/10).

Terkait jaringan, menurut Joko, Perbarindo mencatat saat ini BPR/BPRS didukung 6.664 unit yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Terdiri dari 1.770 kantor pusat, 1.943 kantor cabang dan 2.951 kantor kas. Dengan jumlah karyawan mencapai 145 ribu orang.

Sedangkan untuk penyaluran kredit hingga Juli 2018 tercatat mencapai Rp95 triliun atau tumbuh 8,59 persen dibandingkan posisi tahun lalu. Dengan debitur mencapai 4 juta rekening dari total 17 juta nasabah.

"Penyaluran kredit didominasi oleh sektor UMKM. Keberhasilan dalam penyaluran kredit mencerminkan industri BPR/BPRS produk dan layanannya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya rakyat kecil," tutur Joko.

Joko berharap, dengan semakin luasnya jangkauan BPR/BPRS maka akan diikuti oleh pertumbuhan yang horisontal pula. Apalagi UMKM baru yang membutuhkan modal kerja juga banyak bermunculan.

Sedangkan terkait era digitalisasi, Joko menegaskan, Perbarindo juga mendorong perkembangan fintech bagi anggotanya dengan mempersiapkan infrastruktur digital. Sehingga nantinya BPR/BPRS juga harus memiliki core banking system untuk mendukung fintech ini.

"Maka dari itu perlu adanya kerjasama dengan berbagai pihak termasuk perbankan. Hal ini dilakukan dengan harapan meningkatkan income bagi BPR dan memberikan pelayanan pada masyarakat dengan semakin baik," kata Joko. .

Munas X Perbarindo di Solo diikuti pengurus dari 24 DPD, 48 DPK, para pemegang saham, dewan komisaris dan direksi BPR/BPRS anggota Perbarindo seluruh Indonesia.