Ekonomi

Perbankan Nasional Harus Stop Danai Batu Bara, Ini Alasannya!

bank-bank di Indonesia justru masih mendanai batu bara


Perbankan Nasional Harus Stop Danai Batu Bara, Ini Alasannya!
Ilustrasi Tambang Batu Bara (AKURAT. CO/ Ryan)

“ Transisi energi penting untuk atasi krisis iklim dan investasi yang dibutuhkan tidak sedikit. Namun, kenapa sebagian besar stimulus fiskal diberikan kepada pihak-pihak yang bakar energi fosil yang malah akan memukul mundur upaya Indonesia untuk melakukan transisi energi.” paparnya.

Sejak perjanjian Paris ternyata masih banyak banget uang bank swasta dan nasional yang mengalir ke industri batu bara, yaitu sebanyak 89 triliun rupiah dari 6 bank di Indonesia sejak tahun 2008.

“ Bank-bank ini mengaku memberikan biaya berkelanjutan, tetapi nyatanya persentasenya cilik banget! Contohnya BNI 1 persen saja, Mandiri 0,7 persen dari pembiayaan segmen corporate dan commercial banking dan BRI hanya 1,5 persen saja,” tuturnya. 

baca juga:

Menurut Sisil, tuntutan masyarakat sipil di Indonesia sederhana, yaitu untuk membatasi pemanasan global di angka yang telah disepakati yaitu 1,5 derajat Celsius, maka bisnis batu bara dan keluar dari semua perusahaan yang punya batu bata di portofolio dan keluar dari perusahaan batu bara.

Koordinator Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat, Pius Ginting menjelaskan dengan tetap melakukan pembiayaan batu bara, sebenarnya dampaknya bisa dilihat lebih jauh yaitu banyak debitur khususnya dari petani yang berpotensi gagal bayar akibat adanya dampak dari perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas pembangkit batu bara.

“ Dari hasil riset kami ada temuan bahwa petani justru paling berisiko seperti gagal bayar akibat krisis iklim ini adalah petani yang ternyata risiko kebencanaan dari krisis iklim tidak di-cover oleh asuransi,” jelas Pius.[]