Lifestyle

Perawatan Kulit Wajah Saat Harus Terus Kenakan Masker


Perawatan Kulit Wajah Saat Harus Terus Kenakan Masker
Pejalan kaki memakai masker saat melintasi kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 28 hari, yang terhitung sejak 24 April hingga 22 Mei mendatang. Kebijakan itu diambil lantaran masih banyak warga yang tak taat dengan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Aturan wajib memakai masker sebagai salah satu protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru justru memberikan pengaruh terhadap masalah kulit wajah.

Perhimpunan Dokter Spesialis kulit dan kelamin Indonesia (PERDOSKI), dr. Vitresa Zamri, SpKK, FINSDV mengatakan kalau anjuran wajib memakai masker dimanapun nyatanya dikeluhkan masyarakat dalam menjalani adaptasi kehidupan baru.

Hal itu disampaikan dr. Vitresa dalam acara "Seminar Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru: Cara Baru Gaya Hidup, Cara Baru Saling Jaga" yang diselenggarakan oleh Paragon Technology And Innovation, Rabu (22/7).

"Jadi kita harus memakai masker everytime, everywhere mungkin bagi orang-orang yang kegiatannya banyak outdoor ya jadi itu akan membuat angka kontak atau durasi yang cukup lama memakai masker,  wajah, hidung sampai dagu. Cuma ini dikeluhkan masyarakat karena malah berdampak ke kulit wajah," jelas dr. Vitresa.

Dampak yang paling sering terjadi dikatakan dr. Vitresa secara umum sesuai dengan tipe kulit. Kalau seseorang memiliki tipe yang berminyak dan mudah berjerawat, maka akan mudah timbul jerawat saat terus-menerus memakai masker.

Sementara, pemakaian masker dengan durasi lama bagi orang yang memiliki tipe kulit yang cenderung kering dan mudah iritasi, dikatakan dr. Vitresa, akan membuat kulitnya semakin kering, panas lalu makin mudah iritasi, terutama di daerah tepi masker.

"Nah ini disebut juga dengan dermatitis kontak (sesuatu yang mengiritasi kulit atau memicu reaksi alergi) bisa terjadi saat memakai masker. Ternyata ada dampak-dampak lanjutan yang tidak kita inginkan ketika kita melakukan protokol kesehatan ini, itu sering terjadi," tutur dr. Vitresa.

Untuk mengantisipasi masalah kulit saat mengenakan masker, dr. Vitresa menganjurkan cara perawatan sesuai dengan dua tipe kulit tadi, yakni kulit berminyak dan mudah berjerawat atau kulit kering dan mudah iritasi.

Untuk kulit berminyak dan mudah berjerawat, maka seseorang harus membersihkan wajah saat melepas masker. Pilih sabun cuci muka yang mengandung anti acne dan sulfur.

Setelah itu tambahkan toner untuk mengangkat sisa kotoran agar bisa lebih bersih lagi, kalo perlu lakukan double cleansing.

"Lalu kita lihat, perhatikan wajah, apakah memang sudah terbentuk jerawat atau komedo. Kalau iyaz nah itu kita langsung bisa totolkan obat jerawat yang kita miliki. Kalau misalnya sudah terlanjur banyak bahkan ada infeksi, silahkan datang ke dokter kulit," imbau dr. Vitresa.

Sementara itu untuk kulit kering dan mudah iritasi, setelah membuka masker maka segera cuci muka menggunakan sabun khusus untuk kulit sensitif.

Orang yang memiliki kulit kering dan mudah iritasi harus berhati-hati dalam membersihkan wajah, pilih juga sabun cuci muka yang paling lembut kalau perlu.

"Lalu dilihat area-area yang mengalami iritasi, tahap awal kita pakai yang sabun yang mengandung aloevera atau zinc oxide untuk mengeringkan. Kalau memang ada silahkan di apply, bila aman jangan lupa moisturizer, pelembab wajah yang disesuaikan untuk kulit sensitif. Nah itu kita artinya menutrisi kembali, wajah kita kulit kita, jadi penting sekali," pungkas dr. Vitresa.

baca juga: