Ekonomi

Perangi Perubahan Iklim, Bill Gates Ajak 7 Perusahaan Jumbo AS

Bill Gates menyadari untuk lebih memperhatikan bahayanya perubahan iklim dunia


Perangi Perubahan Iklim, Bill Gates Ajak 7 Perusahaan Jumbo AS
Bill Gates dengan batik (oala mags)

AKURAT.CO Sebagai miliarder teknologi yang santer kerap dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim, nampaknya membuat Bill Gates menyadari untuk lebih memperhatikan bahayanya perubahan iklim dunia. Bill Gates bahkan menegaskan jika revolusi industri baru diperlukan jika dunia ingin menghindari bencana iklim.

“Setengah dari teknologi yang dibutuhkan untuk mencapai nol emisi belum ada atau terlalu mahal untuk dibeli oleh sebagian besar dunia,” ujar salah satu pendiri Microsoft itu dilansir dari CNBC International di Jakarta, Rabu (22/9/21).

Hal ini agaknya yang membuat Bill Gates serius mengumpulkan ratusan juta dari tujuh perusahaan besar AS untuk mengembangkan teknologi bersih yang dapat memerangi perubahan iklim. Organisasi nirlaba yang didirikan Gates pada tahun 2016, Breakthrough Energy, belum lama ini mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan investasi dari Microsoft, BlackRock, General Motors, American Airlines, Boston Consulting Group, Bank of America dan ArcelorMittal.

Ukuran keseluruhan dari investasi tidak diungkapkan tetapi mereka dilaporkan berjumlah lebih dari US$1 miliar (Rp14,2 triliun). Bill Gates optimis, dengan bekerja dengan komunitas mitra swasta dan publik yang berkembang ini, Catalyst akan mengambil pandangan global tentang lanskap inovasi energi yang akan memiliki dampak positif terbesar bagi bumi.

Program ini awalnya akan fokus pada penangkapan udara langsung, hidrogen hijau, penyimpanan energi jangka panjang, dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Perusahaan seperti BlackRock telah menjanjikan US$100 juta (Rp1,4 triliun) selama lima tahun melalui yayasan amalnya, sementara Microsoft, American Airlines, dan ArcelorMittal telah berkomitmen dalam jumlah yang sama.

Sisanya tidak mengungkapkan investasi mereka. CEO BlackRock Larry Fink mengatakan bahwa transisi ke dunia nol bersih adalah tanggung jawab bersama setiap warga negara, perusahaan, dan pemerintah. Ia berujar paling tidak dunia membutuh USD50 triliun. Ini karena penggunaan bahan bakar fosil global semakin cepat dan akan menjadi lebih buruk, memperburuk risiko bencana iklim.

Bill Gates bukan satu-satunya miliarder teknologi yang mencoba mengatasi perubahan iklim. Pendiri Amazon Jeff Bezos juga telah menyiapkan Bezos Earth Fund senilai US$10 miliar, dan CEO Tesla Elon Musk berjanji menginvestasikan US$100 juta dalam teknologi penangkapan karbon baru.

Perusahaan yang bermarkas di Washington itu mengungkap uang itu akan digunakan untuk mendanai “Breakthrough Energy Catalyst” sebuah proyek yang diluncurkan untuk membiayai, memproduksi, dan membeli solusi baru yang akan membantu menopang ekonomi nol-karbon.

“Catalyst dirancang untuk mengubahnya dan menyediakan cara yang efektif untuk berinvestasi di masa depan teknologi bersih kami."[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.