Ekonomi

Perangi Peredaran Barang Palsu, Tokopedia Teken Kerja Sama dengan DJKI

Perangi Peredaran Barang Palsu, Tokopedia Teken Kerja Sama dengan DJKI
Co-Founder and Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison (kiri) menyerahkan plakat kepada Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Ir. Razilu, M.Si., CGCAE (kanan) dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama Tokopedia dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dalam perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di Hotel Four Points, Makassar, Kamis (29/9/2022). (FOTO/Tokopedia)

AKURAT.CO, Sebagai perusahaan yang bergerak di bisnis kepercayaan, Tokopedia terus berkomitmen untuk menjalankan tata kelola bisnis yang baik, sesuai dengan etika, melindungi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan memastikan keamanan dari seluruh ekosistem.

Hal tersebut diwujudkan oleh perusahaan teknologi Indonesia dan bagian dari Grup GoTo ini lewat penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dalam perlindungan Kekayaan Intelektual (KI).

Penandatanganan dilakukan oleh Co-Founder and Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison dan Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Razilu. Kegiatan ini  disaksikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly di Makassar, Kamis (29/9/2022).

baca juga:

Leontinus Alpha Edison mengatakan, penandatanganan ini menjadikan Tokopedia sebagai marketplace pertama di Indonesia yang berkomitmen untuk mendukung perlindungan terhadap KI. Saat ini ada lebih dari 865 juta produk yang terdaftar dari sekitar 12 juta penjual di platform Tokopedia.

“Kami pun akan terus memantau produk-produk ini secara berkala dengan menggunakan kombinasi sistem pemantauan otomatis dan pengecekan secara manual guna mendeteksi potensi pelanggaran KI,” ujarnya.

Perangi Peredaran Barang Palsu, Tokopedia Teken Kerja Sama dengan DJKI - Foto 1
(Ki-ka) Co-Founder and Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison, Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., dan Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Ir. Razilu, M.Si., CGCAE berfoto bersama menandai kolaborasi Tokopedia bersama DJKI sebagai komitmen untuk meningkatkan perlindungan KI. (FOTO/Tokopedia)

Kolaborasi bersama DJKI ini menjadi komitmen untuk meningkatkan perlindungan KI dan dengan harapan dapat mengeluarkan Tokopedia dari United States Trade Representative (USTR) Notorious Market List atau daftar tahunan yang bertujuan untuk mendorong perusahaan terkait memerangi produk palsu.

Demi menjaga integritas, kepercayaan, dan keamanan produk, Tokopedia berupaya membentuk Tim Khusus Pemantauan KI, Otomatis dan Teknologi (sistem pendeteksi otomatis), Portal Pelaporan KI, Brand Alliance, Pemeriksaan Penjual, Penalti Penjual, hingga Edukasi Seller.

Dalam kesempatan yang sama, Yasonna H Laoly mengungkapkan, dengan terbukanya jangkauan pasar UMKM baik di nasional maupun mancanegara melalui platform digital, proteksi atas karya dan inovasi dalam berusaha wajib untuk dilindungi melalui KI.

Sehingga, ini memberikan keamanan dan kenyamanan dari potensi pembajakan dan pemalsuan produk dari pihak lain dalam mengembahkan usahanya. “Semua hal tersebut menjadi percuma jika tidak ada jaminan legalitas dalam bentuk perlindungan hukum melalui pendaftaran atau pencatatan atas KI,” ungkap Menkumham.

Sepanjang semester pertama 2022, Tokopedia telah memiliki beberapa pencapaian dalam pelindungan KI, seperti:

  • Peningkatan jumlah penghapusan produk yang melanggar KI mencapai lebih dari 300% dibanding semester kedua 2021.
  • Peningkatan jumlah moderasi toko yang melanggar KI mencapai lebih dari 47% dibanding semester kedua 2021.
  • Peningkatan tindakan proaktif terhadap produk melanggar KI sebesar lebih dari 7,5 kali lipat dibanding semester kedua 2021. 

“Terima kasih kepada Tokopedia yang telah melakukan penandatangan kerja sama ini, dan DJKI akan sosialisasi kepada platform lainnya supaya bisa mengikuti jejak langkah Tokopedia. Semoga Tokopedia menjadi contoh terbaik sebagai platform digital Indonesia yang menjual produk berbasis kekayaan Intelektual,” ucap Razilu. 

“Tokopedia percaya bahwa perang melawan pemalsuan bukan tanggung jawab satu atau dua pihak saja, namun juga membutuhkan peran semua pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah dengan cara berkolaborasi. Karenanya, kami ingin menegaskan kembali dedikasi kami untuk melindungi KI bersama seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah,” tutup Leontinus. []