News

Perang Makin Menjadi! Usai Ukraina, Sekutu Putin Siap Serang Polandia 

"Setelah Ukraina, jika kami diberi perintah, dalam enam detik kami akan menunjukkan kepada Anda apa yang kami mampu," kata Kadyrov.


Perang Makin Menjadi! Usai Ukraina, Sekutu Putin Siap Serang Polandia 
Presiden Rusia Vladimir Putin belum memberikan indikasi pasti apakah dia akan menargetkan Polandia. Namun, agenda untuk menyerang negara itu disebut menjadi 'kepastian mutlak'. ( RFE/RL)

AKURAT.CO  Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengatakan siap untuk menyerang Polandia. Dalam kaitannya dengan konflik Ukraina, Kadyrov juga telah mengancam Eropa, mengatakan bahwa mereka 'lebih baik mengambil kembali senjatanya'.

Pernyataan Kadyrov itu, yang merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, termuat dalam sebuah video yang dibagikan pada Rabu (25/5) di Twitter oleh jurnalis BBC Francis Scarr. Di video itu, Kadyrov mengatakan bahwa 'masalah Ukraina sudah ditutup', dan bahwa kini, dia 'tertarik pada Polandia'.

"Setelah Ukraina, jika kami diberi perintah, dalam enam detik kami akan menunjukkan kepada Anda apa yang kami mampu," kata Kadyrov, menurut terjemahan dari komentarnya.

baca juga:

Polandia adalah salah satu negara yang telah memasok Ukraina dengan senjata untuk membantu mempertahankan diri dari invasi Rusia. Negara itu juga menjadi tempat bagi para pengungsi Ukraina yang melarikan diri dari serangan Kremlin, yang dimulai sejak 24 Februari.

Hingga 24 Mei, jumlah pengungsi yang meninggalkan Ukraina karena invansi telah mencapai lebih dari 6,6 juta orang. mengungkap bahwa di antara jutaan orang itu, Polandia adalah yang paling banyak menerima pengungsi, dengan angka mencapai sampai 3.544.995 jiwa, seperti dikutip dari BBC. 

Pernyataan Kadyrov pun telah menyoroti kekhawatiran dari apa yang telah diungkapkan oleh beberapa pemimpin Polandia, bahwa Rusia berpotensi melancarkan serangan ke negaranya di masa depan.

Putin sendiri belum memberikan indikasi pasti apakah dia akan menargetkan Polandia. Namun, agenda untuk menyerang  negara itu disebut menjadi 'kepastian mutlak'. Hal ini pernah diungkap langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Pawel Jablonski, dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, yang diterbitkan pada akhir Maret.

"Pada saat yang sama, kami juga cukup yakin bahwa (Putin) tidak akan melakukannya sekarang karena dia terlalu sibuk dengan apa yang terjadi di Ukraina," kata Jablonski waktu itu.

Perang Makin Menjadi Usai Ukraina, Sekutu Putin Siap Serang Polandia  - Foto 2
 Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov menghadiri pertemuan Dewan Negara di Istana Grand Kremlin. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Polandia Andrzej Duda berjabat tangan selama konferensi pers setelah pembicaraan mereka di Kyiv, 22 Mei 2022-SASHA MORDOVETS/SERGEI SUPINSKY

Video pemimpin Chechnya, yang telah ditonton hampir 25 ribu kali, juga menunjukkan bahwa Kadyrov mengarahkan Polandia untuk memohon pengampunan resmi atas apa yang dilakukan negara itu pada duta besar Rusia. 

"Kami tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Ingat itu," kata Kadyrov, yang tampaknya merujuk pada insiden awal Mei lalu, di mana duta besar Rusia untuk Polandia, Sergey Andreev, dilempari cat merah pada oleh massa yang memprotes invansi Ukraina.

Belum segera jelas kapan atau di mana video Kadyrov difilmkan. Namun, menurut NewsWeek, Kadyrov bukan satu-satunya sekutu Putin yang meningkatkan retorika melawan Polandia dalam beberapa pekan terakhir.

Oleg Morozov, anggota parlemen Rusia dan anggota utama partai politik Putin, Rusia Bersatu, juga menyarankan hal yang sama. Pada awal bulan ini, ia mengatakan bahwa 'Polandia harus ditempatkan pada urutan pertama dalam antrean untuk denazifikasi setelah Ukraina'.

Morozov tidak merinci mengapa dia yakin Polandia membutuhkan 'denazifikasi'.[]