News

'Perang' dengan Omicron, Pemerintah Siapkan 'Amunisi' 20 Juta Dosis 2 Obat Antivirus Ini

Pemerintah telah menyiapkan dua jenis obat antivirus untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus di akhir Februari ini.


'Perang' dengan Omicron, Pemerintah Siapkan 'Amunisi' 20 Juta Dosis 2 Obat Antivirus Ini
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (batik coklat) saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX di Nusantara I, Kompeleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah telah menyiapkan dua jenis obat antivirus untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus di akhir Februari ini. Sekira 20 juta dosis obat antivirus Avigan dan Molnupiravir sudah disiapkan.

Dua obat antivirus itu dipilih pemerintah karena direkomendasikan oleh para ahli kedokteran dunia.

"Kami memastikan bahwa obat-obatan itu lengkap. Kalau tanpa gejala cukup dengan vitamin, kalau bergejala bisa dengan obat anti panas dan lewat telemedicine juga bisa membeli obat antivirus," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/2/2022). 

baca juga:

Seperti diketahui, Kemenkes memprediksi puncak kasus Omicron di Indonesia akan terjadi pada akhir Februari ini. Hal itu didasari pada pemodelan transmisi virus di masyarakat dan berdasarkan pengalaman yang ada di negara-negara lain yang terlebih dahulu mendapatkan serangan gelombang ketiga Covid-19. 

"Lima organisasi profesi sudah menyarankan antivirus yang di-endorse para ahli kedokteran adalah Avigan atau Favipiravir dan Molnupiravir. Ini juga nanti kita berikan, kita sudah siapkan lebih dari 20 juta dosis," katanya. 

Tetapi, kata dia, ke dua obat antivirus itu harus diberikan berdasarkan resep dokter. Karenanya, kata dia, obat tersebut tak boleh dibeli tanpa resep dokter. Sebab, keduanya tergolong obat keras.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menimbun dua jenis obat itu sebagai respons atas perkembangan keadaan di tanah air. 

"Tapi ini harus dengan resep. Antivirus harus dengan resep (dokter). Jadi Bapak/Ibu tidak bisa beli sendiri dan sebaiknya jangan. Kalau Bapak/Ibu beli sendiri nimbun di rumah kasihan orang lain tidak dapat," katanya. 

Meski jumlah kasus Covid-19 dan Omicron diprediksi akan memuncak pada akhir Februari ini, dia tetap meminta masyarakat untuk tidak khawatir kekurangan obat. Pemerintah telah mengantisipasi prediksi lonjakan kasus dengan langkah terbaik. Salah satunya dengan menyiapkan stok obat antivirus yang banyak.

"Bapak, Ibu tidak usah khawatir karena jumlahnya cukup banyak. Pesan saya waspada, tetap hati-hati, batasi mobilitas jangan terlalu agresif bergerak kemana-mana," katanya. []