News

Perang dengan Junta Kian Panas, Grup Pemberontak Myamar Tembak Jatuh Helikopter Militer

Kemerdekaan Kachin (KIA), salah satu kelompok pemberontak paling kuat di Myamar, menembak jatuh helikopter milik militer Myanmar


Perang dengan Junta Kian Panas, Grup Pemberontak Myamar Tembak Jatuh Helikopter Militer
Helikopter itu dilaporkan ditembak jatuh di sebuah desa di Provinsi Kachin pada Senin (3/5) pagi ini. (Pixabay pic via Free Malaysia Today)

AKURAT.CO, Tak hanya dihadapkan dengan protes anti-kudeta, junta Myamar yang berkuasa kini juga direpotkan dengan masalah pemberontakan etnis grup. Dalam laporan terbaru, helikopter junta bahkan ditembaki sampai jatuh oleh grup pemberontak. 

Seperti diwartakan Reuters, grup yang berhasil menembak jatuh helikopter militer itu adalah Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), salah satu kelompok pemberontak paling kuat di Myamar.

Pada Senin (3/4) hari ini, KIA pun mengonfirmasi bahwa aksi penembakan helikopter itu adalah balasan karena militer meluncurkan serangan udara ke wilayah desa dekat kota Moemauk.

Diungkap pula bagaimana saat itu, militer melakukan serangan dengan jet tempur dan helikopter setidaknya dari pukul 8 atau 9 pagi. Karena itulah, KIA memutuskan untuk membalas tembakan sekitar pukul 10.20 pagi hingga helikopter berhasil dilumpuhkan.

"Dewan militer melancarkan serangan udara di daerah itu sejak sekitar pukul 8 atau 9 pagi ini ... menggunakan jet tempur dan juga melepaskan tembakan menggunakan helikopter, jadi kami balas menembak mereka," kata Kepala Departemen Informasi KIA, Naw Bu tanpa memberi tahu senjata apa yang digunakan untuk menembak jatuh helikopter.

Laporan helikopter yang ditembak jatuh itu juga ikut diungkap oleh portal berita MizzimaDaily dan Kachinwaves. Dalam liputannya, kedua media ini juga sampai memperlihatkan foto di mana asap hitam tampak mengepul dari tanah. 

Portal berita Irrawaddy juga melaporkan hal yang sama, dengan tambahan saksi dari warga sekitar.

"Pesawat itu jatuh setelah rotor ekornya tertembak. Saya melihat asap menyembur. Itu mendarat di dekat Desa Konglaw. Kami telah mendengar tembakan keras sejak pagi bersamaan dengan tembakan artileri yang terus menerus. Situasinya tidak bagus," ujar seorang penduduk setempat mengonfirmasi insiden tersebut. 

Hingga kini, memang belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban yang tewas dalam pertempuran teranyar antara KIA dan junta. Namun, seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan bahwa ada empat orang yang tewas. Dijelaskan pula bagaimana keempatnya meninggal di rumah sakit setelah peluru artileri menghantam sebuah biara di desa.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta, dengan protes melawan kekuasaan militer meletus hampir tiap harinya.

Pada hari Minggu (2/5), pasukan keamanan juga masih dilaporkan melepaskan tembakan ke arah para demonstran. Imbasnya, delapan orang meregang nyawa. AAPP juga telah membeberkan temuan terbaru yang menyebut bahwa jumlah yang tewas karena aksi kekerasan kudeta mencapai sedikitnya 765 orang.

Sementara, PBB memprediksi ada puluhan ribu warga yang tergusur akibat meningkatnya konflik militer dan para pemberontak etnis minoritas di perbatasan utara dan timur yang terpencil.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co