Rahmah

Peran Alumni UIN Terhadap Hak Asasi Manusia Perempuan

Isu humanisme perempuan terus menguat dan perlu solusi Islam yang kompatibel


Peran Alumni UIN Terhadap Hak Asasi Manusia Perempuan
Yuliyanti Chuzaifah (AKURAT.CO/Lufaefi)

AKURAT.CO, Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN) menyelenggarakan webinar Akurat Idea bekerjasama dengan Akurat.co dan Akurat Poll pada Senin (04/01/2021) dengan tema “Paradigma Masa Depan Paham Keagamaan di Indonesia: Refleksi Pemikiran Alumni UIN Jakarta”.

Hadir sebagai salah satu narsumber alumni UIN Jakarta Yuniyanty Chuzaifah, Pegiat HAM Perempuan. Chuzaifah berbicara soal isu humanisme dan perempuan dalam wajah politik di Indonesia. Menurutnya, isu huamanisme seperti klaim rapuhnya peradaban umat oleh kelompok yang tidak setuju sistem demokrasi, ketakutan masal karena pandemik, menguatnya nativisme yang berpotensi konflik, serta ketidakpercayaan manusia menjadi solusi, semuanya masih menjadi isu yang hangat di masyarakat.

Sayangnya menurut Chuzaifah, isu-isu di atas seringkali direspon dengan refleksi keagamaan yang ekslusif. “Refleksi keagamaan yang lahir di tengah perkembangan isu humanism sering kali dihadapi dengan ketegangan berekspresi, politisasi agama dan keberagamaan yang bising, atau bahkan gamang dalam membaca agama yang maskulin.” Kata Chuzaifah.

Chuzaifah juga melanjutkan, isu humanism itu juga muncul dalam bentuk isu keperempuanan, seperti isu reproduksi remaja, orientasi seksual, kewajiban patuh pada incest, dan sebagainya. Demikian itu, sambungnya, melahirkan respon ulama-ulama perempuan dengan membangun paradigm Islam yang menegosiasikan gerakan perempuan.

Sebagai alumni UIN Jakarta yang fokus dalam penanganan HAM perempuan ia berharap agar alumni-alumni UIN terus berkontribusi dalam menghadapi isu-isu yang disebut di atas dengan pemahaman-pemahaman yang sejalan dengan HAM, tidak takut berfikir untuk hal-hal yang objektif melalui Islam mazhab Ciputat. “Alumni UIN terus mengembangkan Islam mazhab Ciputat baik di dalam maupun luar kampus.” Tandasnya.

Chuzaifah mengakhiri pernyataanya, dengan menegaskan bahwa kontribusi Alumni UIN harus terus nyata, seperti dalam bentuk delegasi negara dalam forum PBB, memimpin lembaga berharga bagi bangsa, membangun perlindungan global, serta membangun perlindungan nasional dan daerah dengan mengedepankan prinsip imparsialitas.[]