News

Peran 6 Tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan

Peran 6 Tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan
Petugas polisi berusaha menghentikan para suporter yang memasuki lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10) malam (H Prabowo/EPA, via Shutterstock)

AKURAT.CO, Sebanyak 6 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) lalu. 

Keenam tersangka dijerat dengan Pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang luka berat atau meninggal, serta pasal 103 ayat 1 juncto pasal 52 UU 11/2022 tentang keolahragaan.

Setiap tersangka memiliki peran masing-masing sebagaimana disebutkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

baca juga:

Berikut rincian enam tersangka dan masing-masing perannya.

1. Direktur PT. LIB berinisial Ir AHL

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Direktur PT. LIB selaku penyelenggara ternyata tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan. Padahal hal tersebut seharusnya dilakukan.

"Verifikasi terakhir tahun 2020 ada beberapa hal yang perlu dipenuhi terkait keselamatan penonton. Tahun 2022 tidak ada verifikasi dan memakai tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap hasil verifikasi itu," kata Kapolri di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

2. Ketua Panitia Pelaksana berinisial AH

Kapolri mengatakan, AH tidak membuat peraturan keselamatan dan keamanan. Padahal dia yang memegang tanggung jawab terhadap pertandingan dan penonton.

"Kemudian mengabaikan keamanan yang seharusnya (kapasitas) 38.000 penonton dijual (tiket) 42.000," kata dia.

3. Security officer berinisial SS

Menurut Kapolri, steward seharusnya berada di lokasi tugas selama penonton masih berada di lokasi stadion. Namun SS diduga memerintahkan steward meninggalkan lokasi sehingga penonton dalam jumlah banyak kesulitan untuk keluar dari pintu stadion.

"Dari situlah banyak muncul korban," kata Sigit.

4. 3 Anggota Polisi

Ketiga polisi yang dijadikan tersangka tragedi Kanjuruhan yaitu Kabagops Polres Malang berinisial Wahyu SS, Brimob Polda Jatim berinisial H, dan Kasat Sammapta Polres Malang berinisial BSA.

Kapolri mengatakan ketiganya memberi perintah kepada anggota untuk menembakkan gas air mata ketika terjadi kerusuhan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan H berperan memerintahkan anggotanya untuk menembakkan gas air mata di Stadion Kanjuruhan.

"Saudara Wahyu Kabagops Polres Malang mengetahui terkait adanya aturan FIFA tentang gas air mata. Namun yg bersangkutan tidak mencegah atau menghadang gas air mata," lanjutnya.

Kasat Samapta Polres Malang Bambang Sidik Achmadi juga menjadi tersangka. Dia juga memerintahkan anggotanya untuk menembakkan gas air mata.

"Kasat Samapta Polres Malang pidana pasal 359, pasal 360 memerintahkan anggotanya untuk melakukan penembakan gas air mata," ujar Kapolri.[]