News

Perahu Rombongan Migran Terbalik di Libya, 57 Orang Diyakini Tewas

Perahu itu berhenti lantaran ada masalah mesin, tetapi kemudian terbalik di tengah cuaca buruk.


Perahu Rombongan Migran Terbalik di Libya, 57 Orang Diyakini Tewas
Perjalanan mengarungi Laut Mediterania dari Libya menuju Eropa sangat berbahaya dan telah merenggut banyak nyawa rombongan migran. (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO, Sebuah perahu yang membawa rombongan migran terbalik di lepas pantai Libya. Akibatnya, sedikitnya 57 orang diduga tewas.

Menurut Safa Msehli, juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi, kapal tersebut meninggalkan kota pesisir barat Khums pada Minggu (25/7). Setidaknya ada 75 orang di dalamnya. Ia pun mengungkapkan bahwa 18 orang di antaranya berhasil diselamatkan dan kembali ke pantai pada Senin (26/7).

Menurut keterangan para penyintas yang berasal dari Nigeria, Ghana, dan Gambia, perahu itu berhenti lantaran ada masalah mesin. Nahas, kapal kemudian terbalik di tengah cuaca buruk.

"Menurut keterangan dari korban selamat yang dibawa ke pantai oleh nelayan dan penjaga pantai, setidaknya ada 20 wanita dan 2 anak yang tenggelam," tulis Msehli di Twitter, dilansir dari AFP.

Musibah ini menjadi yang terbaru di Laut Mediterania yang melibatkan para migran dan pengungsi yang mencari kehidupan lebih baik di Eropa. Kurang dari seminggu sebelumnya, sekitar 20 orang juga tenggelam di Laut Mediterania, sementara 500 lainnya dicegat dan dipulangkan ke Libya.

Ada lonjakan upaya penyeberangan dari Libya dalam beberapa bulan terakhir. Hampir 15 ribu pengungsi, pencari suaka, dan migran telah dicegat oleh penjaga pantai Libya yang didukung Uni Eropa pada paruh pertama tahun ini. Menurut PBB, angka ini lebih banyak daripada sepanjang tahun 2020.

Sementara itu, Amnesty Internasional mengatakan bahwa lebih dari 7 ribu orang dicegat di laut dalam 6 bulan pertama tahun ini. Mereka pun dipulangkan secara paksa ke kamp-kamp penahanan di Libya.

Libya telah menjadi rute transit utama bagi orang-orang yang mencoba mencapai Eropa dengan perahu sejak kekacauan meletus akibat pemberontakan 2011 yang menggulingkan pemimpin lama Muammar Gaddafi.[]