News

Penyuap Edhy Prabowo Dieksekusi ke Lapas Cibinong

Eksekusi dilakukqn Jaksa KPK pada Senin (10/5), sesuai putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat


Penyuap Edhy Prabowo Dieksekusi ke Lapas Cibinong
Ilustrasi - Penjara (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Pemilik sekaligus Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito dijebloskan ke Lapas Klas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor.

Diketahui, Suharjito merupakan penyuap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam perkara suap perizinan ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Eksekusi dilakukan Jaksa KPK pada Senin (10/5/2021) sesuai putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 7/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt.Pst tanggal 21 April 2021 yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Dengan cara memasukkan terpidana Suharjito ke Lapas Klas IIA Cibinong untuk menjalani pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/5/2021).

Terhadap Suharjito juga dibebani kewajiban membayar denda sebesar Rp250 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan. Kewajiban pembayaran denda sebesar Rp250 juta tersebut telah disetorkan melalui rekening penampungan KPK pada 5 Mei 2021.

Dalam putusan yang dibacakan pada Rabu (21/4/2021), Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Suharjito terbukti menyuap Edhy senilai total Rp2,146 miliar yang terdiri atas 103.000 dolar AS (sekitar Rp1,44 miliar) dan Rp706.001.440,00.

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar Suharjito divonis 3 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Suharjito terbukti melakukan perbuatan seperti dakwaan pertama dari Pasal 5 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Majelis Hakim yang terdiri atas Albertus Usada, Suparman Nyompa, dan Ali Mukhtarom juga mengabulkan status justice collaborator(JC) terhadap Suharjito.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co