News

Penyitaan Aset Kasus Jiwasraya Dinilai Melanggar Aturan

Penyitaan Aset Kasus Jiwasraya Dinilai Melanggar Aturan


Penyitaan Aset Kasus Jiwasraya Dinilai Melanggar Aturan
Suasana persidangan kasus Jiwasraya (AKURAT.CO/Bayu Primanda Putra)

AKURAT.CO Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Mudzakir menilai ada kejanggalan dari tuntutan Jaksa Penuntut saat persidangan, khususnya kepada seorang terdakwa yakni pemilik PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro.

Mudzakir menilai, pada persidangan Benny, Jaksa tidak ada membuktikan bahwa aset maupun harta yang dimilki terdakwa berasal dari kejahatan pidana yang merugikan Jiwasraya.

"Harta Benny belum tentu berasal dari tindak pidana di Jiwasraya. Ternyata Jaksa tidak membuktikannya di pengadilan. Seharusnya ada kausalitas (sebab akibat) apakah harta Benny dari Jiwasraya dan menimbulkan kerugian," ujar Mudzakir saat dikonfirmasi, Kamis (4/3/2021).

Mudzakir menjelaskan, soal benar atau salah perilaku para terdakwa merupakan kewenangan Majelis Hakim. Namun secara hukum ada yang dilanggar dari Jaksa tentang penyitaan aset Benny.

Maka dari itu, Jaksa sebenarnya harus terlebih dulu membuktikan bila aset milik Benny merupakan hasil rasuah.

"Itu tidak boleh (langsung sita aset) tanpa ada pembuktian. Apakah memang dari hasil Jiwasraya atau sebelumnya telah ada," ucap Mudzakir.

Namun sayangnya, Jaksa hanya melihat kerugian negara lalu menghubungkannya dengan aset Benny. Ditambah lagi Majelis Hakim yang menghitung seluruh kerugian negara ditimbulkan Jiwasraya saja tanpa meminta pembuktian asal aset.

Sedangkan mengenai keputusan banding yang bakal ditempuh Benny serta kuasa hukumnya, Mudzakir beranggapan, dapat dilakukan guna meminta pembatalan tuntutan Jaksa yang tidak membuktikan soal aset di peradilan sebelumnya.

Diketahui, kasus Jiwasraya belakangan menjadi isu yang menggemparkan publik Indonesia belakangan ini. Pasalnya, kerugian negara mencapai Rp12 triliun lebih dari perusahaan pelat merah tersebut.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juga telah menjatuhkan vonis kepada enam terdakwa penyebab kerugian keuangan negara tersebut.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu