News

Penyidikan Dugaan Suap Lelang Jabatan Bupati Nganjuk Dilanjutkan Bareskrim Polri

Kerjasama dua lembaga ini bermula pada akhir Maret 2021


Penyidikan Dugaan Suap Lelang Jabatan Bupati Nganjuk Dilanjutkan Bareskrim Polri
Konferensi Pers OTT Bupati Nganjuk

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pinyauli mengatakan penyidikan perkara dugaan jual beli jabatan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dilanjutkan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri. Sebab Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan bersama antara Bareskrim dan KPK di wilayah Nganjuk, Jawa Timur.

"Penyelesaian penanganan perkara akan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri," kata Wakil Ketua KPK dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).

Kerjasama dua lembaga ini bermula pada akhir Maret 2021. Saat itu KPK menerima laporan dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengisian jabatan perangkat desa dan camat di lingkungan Pemkab Nganjuk, Jawa Timur. 

Selanjutnya, saat unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan KPK berkoordinasi dengan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri diperoleh Informasi bahwa Bareskrim Mabes Polri juga menerima laporan pengaduan masyarakat yang sama terkait hal tersebut. 

KPK dan Bareskrim pun lakukan koordinasi sebanyak empat kali untuk menghindari tumpang tindih. Setidaknya ada empat poin yang disepakati oleh Korps Antirasuah dan Korps Bhayangkara.

Pertama, kedua lembaga akan bekerja sama untuk menindak lanjuti laporan masyarakat dimaksud baik terkait dengan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) maupun kegiatan penyelidikan.

Kedua, Bareskrim Mabes Polri dan KPK juga akan melakukan penyelidikan. Di mana KPK akan mendukung penuh informasi dan data kepada tim Bareskrim terkait kasus dimaksud.

"Pelaksanaan kegiatan di lapangan dilakukan bersama oleh Tim Gabungan KPK bersama Bareskrim Mabes Polri dan Penyelesaian penanganan perkara akan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri," kata Lili.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata memiliki harta kekayaan senilai Rp116,8 miliar. KPK melakukan OTT terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat pada Minggu (10/5/2021). 

Wakil Ketua KPK Nurul Gufron menuturkan Novi diduga menerima suap dalam kasus lelang jabatan. 

"Diduga TPK dalam lelang jabatan, detailnya kita sedang memeriksa, bersabar dulu nanti kita ekspose (gelar perkara)," kata Ghufron, Senin (10/5/2021). []

Arief Munandar

https://akurat.co