News

Penyidikan BLBI Dihentikan, Anggota Komisi III Salahkan Revisi UU KPK

Penyidikan BLBI Dihentikan, Anggota Komisi III Salahkan Revisi UU KPK


Penyidikan BLBI Dihentikan, Anggota Komisi III Salahkan Revisi UU KPK
Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Achmad Dimyati Natakusumah saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum Legislasi di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) selaku obligor BLBI kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Sjamsul Nursalim dihentikan. 

Menyoroti persoalan tersebut, Anggota DPR Komisi III DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan bahwa kejahatan korupsi itu tergolong ekstraordinary crime yang memang sudah jauh hari direncanakan. 

“Jadi korupsi itu sudah mulai direncanakan sejak mulai perencanaan, pengganggaran, pengadaan, pelaksanaan, pemeriksaan hingga pengawasan. Padahal ini kan pemeriksaan dari BPK sudah jelas dan clear bahwa ada kerugian sekian Triliun,” terang Achmad dalam terangan tertulis, Sabtu (17/4/2021). 

Dimyati menilai, jika dilihat dari pemeriksaan dan penyidikan, kasus ini sudah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memang biasanya sudah cukup bukti, bahwa seseorang diduga terlibat sebuah kasus. 

“Biasanya kalau KPK sudah menangani sebuah perkara, biasanya orang sudah ‘give up’, sudah nyerah dan sudah terbuka bahwa itu sudah memiliki cukup bukti serta memenuhi unsur. Tapi entah mengapa KPK sekarang mengeluarkan SP3. Dan ini cepat-cepat mengeluarkannya,” terangnya. 

Namun permasalahannya, lanjut Dimyati, karena perubahan undang-undang. Undang-undang 19 tahun 2019 ini merupakan UU terbaru KPK yang sejak awal menjadi problem. 

“Inilah impact atau tujuan adanya perubahan UU 19 tahun 2019 yaitu adanya SP3. UU KPK direvisi untuk mengeluarkan SP3. Dulu saya masuk dalam panja RUU KPK yang dengan tegas menolak perubahan UU KPK ini. Saya pingin KPK ini kuat,” tegasnya. 

Sebelumnya, KPK menghentikan penyelidikan Kasus BLBI melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 yang terbit pada 31 Maret 2021. 

KPK beralasan tidak ada lagi penyelenggara negara dalam perkara itu menyusul dilepasnya Syafruddin Arsyad Temenggung selaku mantan Ketua BPPN melalui putusan kasasi dari Mahkamah Agung.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu