News

Penyidik Cari Tersangka Baru Korupsi Asabri Lewat Sekretaris RIMO dan Tim Saham Bentjok

Sejauh ini Kejagung telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka


Penyidik Cari Tersangka Baru Korupsi Asabri Lewat Sekretaris RIMO dan Tim Saham Bentjok
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa dua saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada PT Asabri.

Saksi yang diperiksa antara lain CM selaku Sekretaris PT RIMO dan MH selaku tim saham Benny Tjokro (Bentjok).

"Para saksi digali terkait dugaan keterlibatan pihak lain," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Leo mengatakan, tim penyidik kasus PT Asabri masih terus menggali keterangan saksi karena diduga mengetahui rasuah ini. Sehingga fakta hukum dalam perkara ini kian terang.

"Apa yang saksi dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri, pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019," kata Leo.

Sebelumnya pada Jumat (23/7/2021), tim jaksa memeriksa dua saksi terkait perkara dugaan korupsi pada PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Mereka diperiksa terkait penyitaan sejumlah aset milik tersangka. Saksi yang diperiksa berinisial M, Direktur PT Pool Advista Indonesia Tbk dan MYP, Direktur PT Pool Advista Finance Tbk.

 Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan sembilan nama sebagai tersangka di kasus ini.

Mereka antara lain Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama Asabri periode 2011-2016, Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama Asabri periode 2016-2020, dan Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri periode 2012-2015.

Kemudian Hari Setianto, Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019, Ilham W Siregar, Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017, Lukman Purnomosidi, Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk, Heru Hidayat, Presiden PT Trada Alam Minera Tbk, Benny Tjokrosaputro atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk dan Jimmy Sutopo, Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship.

Kejagung dalam kasus ini telah melakukan tahap II tersangka ke JPU Kejari Jakarta Pusat. Persidangan tersangka menunggu kini penetapan dari Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sementara berkas perkara Benny Tjokro dan Heru Hidayat masih dilengkapi. Kedua orang ini juga telah ditetapkan tersangka kasus TPPU. []