News

Penyelidikan Skandal Impor Emas dari Singapura Sudah Rampung

Diam-diam Kejaksaan Agung menyelidiki kasus dugaan penyelundupan emas dari Singapura ke Indonesia.


Penyelidikan Skandal Impor Emas dari Singapura Sudah Rampung
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Sejumlah pihak telah dimintai keterangan mulai dari pihak swasta, BUMN PT Aneka Tambang dan dari Bea dan Cukai. Emas senilai Rp47,1 triliun dari Singapura itu masuk melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta, Banten. 

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Supardi mengatakan meski sudah menggali keterangan dari sejumlah pihak namun peningkatan status ke penyidikan belum dilakukan.

"Tapi pada prinsipnya penyelidikan kasus dugaan penyelundupan emas tersebut sudah selesai," kata Supardi saat dikonfirmasi, Sabtu (23/10/2021).

Kasus awalnya diungkap anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan. Arteria mengungkap dugaan penggelapan emas dilakukan petinggi Bea Cukai di Bandara Soekarno Hatta.

Impor emas tersebut dilakukan oleh delapan perusahaan melalui Bandara Soekarno Hatta dengan nilai Rp47,1 triliun.

Dari laporan Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, impor emas itu dikenakan bea masuk 0 persen padahal seharusnya dikenakan 5 persen.

Arteria kemudian mendesak Kejagung mengusut secara tuntas kasus importasi emas senilai Rp47,1 triliun yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp2,9 triliun.

"Ini ada maling terang-terangan pak," ucapnya di depan Jaksa Agung saat rapat kerja Komisi III.

Dia pun menyebutkan modusnya dengan memberitahukan dengan tidak benar atau memanipulasi Harmonise System (HS) Quoete.

"Sehingga tidak dikenai bea masuk impor lima persen dan pajak penghasilan impor 2,5 persen dengan potensi kerugian negaranya sebesar Rp2,9 triliun dan ini bukan uang kecil disaat kita lagi susah," ucap politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Ketua Komisi III Herman Hery juga merespon keras. Dia mengusulkan pembentukan Panja untuk melakukan pengusutan.

Legislator PDIP menyebut kasus importasi emas sangat merugikan dan berpengaruh besar pada penerimaan negara. Nantinya, kata Herman Hery, Panja akan menguliti celah-celah yang bisa mengurangi penerimaan negara.

"Pada kesempatan ini akan mengusulkan pada Komisi III untuk yang disampaikan tadi tentang penyelewengan penerimaan negara kami akan bentuk panja penegakan hukum. Kami akan mengundang Jampidsus dan Dirjen Bea Cukai untuk kami mendapatkan penjelasan yang utuh, agar tidak menjadi fitnah di antara kita,” kata Herman Hery. []