Ekonomi

Penyebaran PMK Meluas, Empat Pasar Hewan Ternak Ditutup Sementara

Temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak jenis sapi di Kabupaten Tasikmalaya terus bertambah kian hari.


Penyebaran PMK Meluas, Empat Pasar Hewan Ternak Ditutup Sementara
Petani memberi pakan ternak sapi di Peternakan Rumah Potong Hewan Ciroyom, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/4). Kementerian Pertanian menargetkan populasi sapi nasional mencapai 33 juta ekor pada 2022, atau dua kali lipat lebih banyak dibandingkan populasi sapi pada 2017 yang mencapai 16.5 juta ekor. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/kye/18)

AKURAT.CO Temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak jenis sapi di Kabupaten Tasikmalaya terus bertambah.

Untuk memutus agar penyakit tersebut tidak menular dan terus menyebar terhadap hewan ternak lainnya, maka pihak dinas terkait menutup sejumlah pasar hewan untuk sementara,

Temuan adanya penyakit PMK itu sebelumnya dilakukan sidak di Pasar Hewan Manonjaya pada Rabu (12/5), oleh Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya.

baca juga:

Dalam sidak itu, tim menyatakan ada 17 hewan ternak yang terindikasi kena PKM. Kemudian keesokan harinya pada Kamis (12/5), jumlah temuan bertambah 12 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 29 kasus PMK.

Diketahui temuan 12 kasus baru iniberasal dari 11 hewan dari Pasar Hewan Manonjaya, dan satu kasus lainya tambahan dari peternak di Singaparna.

Dengan peningkatan kasus PMK yang cepat tersebut tentunya membuat khawatir para peternak. Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Heri Kusdiana mengatakan, untuk memutus mata rantai penyebaran PMK, maka empat pasar hewan yang ada di Tasikmalaya, semuanya ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.

"Memang tidak ada pendapatanya untuk pemerintah dari pasar hewam. Tapi kalau kasus PMK terus naik, mau apalagi. Semua pasar hewan kami tutup," jelas Heri.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi