Lifestyle

Penyebab Warna Urine dan Feses Berubah Saat Terinfeksi Hepatitis Akut

Hepatitis merupakan infeksi atau peradangan pada hati. Kerusakan ini memengaruhi warna urine dan feses, dan penderita hepatitis akan melihat gejala ini.


Penyebab Warna Urine dan Feses Berubah Saat Terinfeksi Hepatitis Akut
Ilustrasi liver || Penyebab warna urine dan feses berubah saat terinfeksi hepatitis akut (Freepik)

AKURAT.CO Penyakit hepatitis akut kini mulai menjadi perhatian dunia. Bagaimana tidak, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih belum mengetahui penyebab penyakit ini. Dugaan awal, hepatitis akut ini disebabkan Adenovirus 41 tapi ada juga banyak kasus yang tak ada Adenovirus 41 tersebut.

Saat ini pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Amerika dan Inggris untuk menyelidiki kasus hepatitis akut ini. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak panik, menjaga pola hidup sehat dan bersih, menerapkan protokol kesehatan, dan peka terhadap gejala hepatitis akut ini. 

Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI dr Hanifah Oswari, SpA menjelaskan gejala awal penyakit hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Kemudian muncul gejala lebih berat berupa air kencing berwarna pekat seperti teh dan fees berwarna putih pucat.

baca juga:

Melansir WebMD, urine berwarna lebih gelap atau kuning pekat adalah salah satu tanda paling utama dari penyakit hepatitis. Seperti diketahui, hepatitis merupakan infeksi atau peradangan pada organ hati atau liver, yang mengakibatkan fungsinya untuk metabolisme tubuh, membersihkan darah, detox, dan lainnya menjadi rusak. 

Ketika hati tidak bekerja dengan baik, itu dapat menyebabkan bilirubin () menumpuk di dalam darah dan urine. Pada gilirannya ini akan membuat warna urine lebih gelap seperti teh. Selain pada air urine, kerusakan  pada hati ini juga akan terlihat pada feses. Kasus hepatitis yang sudah berat biasanya ditandai dengan warna tinja menjadi lebih terang dan pucat.

Sekedar informasi, bilirubin adalah zat berwarna oranye-kuning yang yang memberikan warna kuning pada tinja dan urine. Zat ini terbentuk secara normal dari proses penguraian sel darah merah tua di dalam tubuh.

"Setelah sel hati rusak, nanti bisa berakibat paling berat adalah sel hati tidak bisa berfungsi lagi dan tidak kembali ke normal, yang disebut hepatitis akut berat," kata Spesialis anak Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Annisa Rahmania Yulman, dikutip AKURAT.CO, Kamis (13/5/2022). 

Namun, pada beberapa kasus yang melaporkan penyakit hepatitis akut misterius ini tanpa diikuti dengan gejala demam.

Secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut misterius ini adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna gelap dan feses berwarna putih pucat. Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau para orang tua untuk segera membawa ke anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pencernaan seperti diare yang diikuti dengan demam.  Apabila  ditemukan gejala yang mengarah pada hepatitis akut maka akan dilakukan pengecekan SGPT dan SGOT.

"SGPT SGOT-nya kalau di atas 100 lebih baik refer ke fasyankes terdekat. Karena itu normalnya di level 30an. Kalau sudah naik agak tinggi lebih baik refer ke fasyankes terdekat," pungkas Budi.