Lifestyle

13 Penyebab Stres Setelah Menikah, Hati-hati Bisa Bikin Depresi

13 Penyebab Stres Setelah Menikah, Hati-hati Bisa Bikin Depresi
Ilustrasi penyebab stres setelah menikah. (Pinterest)

AKURAT.CO Kehidupan pernikahan tidak selalu indah, ada berbagai faktor yang menjadi penyebab stres setelah menikah.

Menyatukan dua orang dengan karakter dan latar belakang berbeda tentu bukan hal yang mudah. Itulah mengapa banyak orang menjadi depresi setelah menikah.

Bagi beberapa orang, pernikahan justru menjadi momen yang menyedihkan. Beberapa dari mereka justru mengalami stres setelah menikah. Masalah tersebut bisa jadi datang dari luar maupun dari dalam rumah tangga itu sendiri.

baca juga:

Lantas, apa saja yang menjasi penyebab stres setelah menikah?

Penyebab Stres Setelah Menikah

1. Pasangan bersikap dominan

Menurut dokter Susan Heitler Ph.D yang sudah menangani banyak pasangan, interaksi di mana satu pasangan mengambil peran dominan, sedangkan yang lainnya mengambil peran patuh cenderung memicu depresi pada pasangan yang memiliki kekuatan yang lebih kecil tersebut atau peran korban. 

2. Perselisihan dan pertengkaran

Sebuah artikel di jurnal Couple & Family Psychology (Maret 2013) mencatat suami atau istri yang berada dalam pernikahan dengan banyak ketegangan, ketidaksetujuan atau pertengkaran, 10–25 kali lebih mungkin mengalami depresi daripada orang-orang yang belum menikah atau dalam pernikahan yang kolaboratif.

Konflik antar-keluarga juga bisa menjadi penyebab stres setelah menikah. Selain menyatukan dua insan pernikahan juga menyatukan dua keluarga. Menyatukan tiap orang yang berbeda latar belakang, sifat dan pemikiran adalah hal yang susah.

Alasan inilah yang menjadi salah satu penyebab stres setelah menikah. Terkadang ada pihak keluarga yang ikut campur dalam urusan pasangan suami istri baru, sehingga tidak jarang hal tersebut menjadi konflik yang berkepanjangan yang bisa berdampak pada keutuhan rumah tangga hingga bisa berdampak kepada psikis masing-masing. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab stres setelah menikah. 

3. Tantangan hidup

Tantangan-tantangan dalam kehidupan bisa membuat ikatan yang paling kuat sekalipun dapat menjadi goyah. Tantangan serta masalah yang serius dapat mengganggu kebahagiaan dalam pernikahan, sehingga menjadi pemicu penyebab stres setelah menikah.

4. Ketidaksetiaan

Perselingkuhan seringkali terjadi di antara pasangan yang sudah menikah dan menjadi penyebab ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Pria atau wanita yang tidak setia juga akan membuat pasangannya merasakan sakit hati, kekecewaan dan kesedihan mendalam hingga tidak jarang berujung pada depresi. Hilangnya kepercayaan pada pasangan mengakibatkan rasa cemas, gelisah dan takut yang berlarut-larut, bahkan memicu pertengkaran. Pikiran negatif akan terus muncul dan inilah yang bisa menimbulkan stres

5. Masalah keuangan

Masalah keuangan dalam rumah tangga bisa menjadi penyebab stres setelah menikah yang paling besar ketika pemasukan dari penghasilan tidak mencukupi berbagai kebutuhan sehari-hari dan tidak menemukan titik terang sebagai solusi.

6. Perbedaan pola asuh anak

Dalam mengasuh dan memberikan kasih sayang terhadap anak seringkali terjadi perbedaan. Perbedaan pola asuh tersebut bisa menimbulkan tekanan, ketegangan dan stres. Tekanan untuk menjadi orang tua yang ideal saja sudah cukup berat, apalagi jika masing-masing belum sepaham dalam cara membesarkan anak.

7. Kehidupan seks yang buruk

Seks merupakan salah satu pilar pernikahan yang harus dijaga agar rumah tangga tetap langgeng dan hubungan tetap sehat. Masalah dalam kehidupan seks bisa menyebabkan stres setelah menikah. Ketidakpuasan yang muncul pada pasangan dalam berhubungan intim, bisa jadi percikan api kecil yang jika tidak diatasi akan semakin membesar dan merusak hubungan.

8. Komunikasi tidak berjalan baik

Komunikasi adalah cara agar pasangan selalu terhubung satu sama lain, membangun kepercayaan, sekaligus dapat menemukan solusi jika ada permasalahan. Jika tidak dapat mengutarakan emosi, pendapat, maupun keinginan maka komunikasi yang dibangun tidak berjalan dengan baik. Kurangnya komunikasi membuat pasangan sering salah paham, sering bertengkar juga bisa menjadi penyebab stres setelah menikah.

9. Masalah kesehatan

Biasanya masalah kesehatan mengarah pada penyakit kronis karena akan mempengaruhi berbagai aspek, mulai dari keuangan karena harus menjalani pengobatan dan kehidupan seks. Semua hal tersebut bisa menjadi penyebab stres setelah menikah.

10. Adanya ketidaksamaan visi dan misi

Menikah juga perlu menyelaraskan visi dan misi mereka dalam menjalankan kehidupan rumah tangga agar tidak mengalami stres setelah menikah. Ketika sudah menikah, sebuah pasangan harus saling bahu membahu menghadapi setiap masalah yang datang.

Di dalam sebuah rumah tangga pasti akan banyak sekali masalah dan ujian yang datang silih berganti. Untuk itu, pasangan suami istri harus memiliki bekal pondasi kepercayaan, kesamaan tujuan, kesamaan visi dan misi agar selalu selaras dalam menyelesaikan masalah yang datang.

Biasanya ketika pasangan memiliki ketidaksamaan visi dan misi, mereka cenderung sering berdebat dan merasa paling benar dengan keegoisan yang masing-masing, tidak ada yang mengalah. Hal inilah yang membuat pasangan suami istri sering mengalami stres setelah menikah kemudian memutuskan untuk bercerai karena merasa sudah tidak cocok satu sama lain.

11. Kurangnya quality time

Kebanyakan pasangan fokus pada kesibukan masing-masing sehingga lupa dengan pasangannya karena terlalu lelah dan sibuk. Quality time tidak diukur dari seberapa banyak dan sering pasangan menghabiskan waktu bersama, tapi seberapa kualitas pertemuan dan kebersamaan satu sama lain. Kualitas dapat diukur dari hal-hal yang dibicarakan ketika menghabiskan waktu bersama, bagaimana saling introspeksi diri dan bagaimana mereka terus saling belajar membahagiakan satu sama lain.

12. Belum mempersiapkan kehadiran anak

Tidak semua pasangan menikah siap untuk hal tersebut terkadang justru jadi penyebab stres setelah menikah. Beberapa dari mereka memiliki alasan yang sangat beragam. Di antaranya ada yang belum siap secara finansial, ada yang memiliki trauma di keluarga dahulu, belum siap merawat anak dan lain sebagainya. Merawat seorang anak membutuhkan energi dan pikiran yang sangat besar. Untuk itu, harus dipersiapkan terlebih dahulu karena bisa berdampak buruk bagi diri sendiri, pasangan maupun anak.

13. Usia masih muda

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali anak di bawah umur yang sudah menikah. Sebenarnya di Indonesia untuk bisa menikah ada batasan usia yang telah diatur undang-undang yang sudah berlaku yakni minimal 19 tahun. Di usia itu seseorang dianggap sudah matang secara biologi maupun psikologi. Mereka dianggap sudah bisa mengurus diri sendiri, juga dianggap sudah bisa mengambil keputusan dan risiko.

Namun, banyak mereka yang usianya masih muda tersebut terlalu memaksakan diri untuk cepat-cepat menikah pada akhirnya mengalami stres setelah menikah karena belum siap dengan segala kondisi yang harus dihadapi dalam berumah tangga.

Sebenarnya masalah dalam pernikahan adalah hal yang wajar namun jangan dijadikan sebagai sebuah halangan. Maka dari itu persiapkan sebaik mungkin pernikahan kamu untuk menghindari stres akibat tekanan dan masalah yang bisa muncul kapan saja. 

Selain itu, bekali pernikahanmu dengan sama-sama belajar dan mencari tahu apa saja kemungkinan yang akan terjadi ketika kita menjalani hidup berumah tangga.