News

Penyebab Partai Buruh Gagal Unggah Data Pendaftaran Calon Peserta Pemilu 2024 di SIPOL

Penyebab Partai Buruh Gagal Unggah Data Pendaftaran Calon Peserta Pemilu 2024 di SIPOL
Ketua Divisi Bidang Teknis KPU Idham Holik di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Ketua Divisi Bidang Teknis KPU RI Idham Holik menyampaikan, pihaknya telah mengoreksi pengunggahan data persyaratan pendaftaran partai politik (parpol) pada Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) yang sempat dikeluhkan oleh Partai Buruh.

"Koreksi input data keanggotaan Partai Buruh dilakukan oleh operator/administrator akun SIPOL Partai Buruh secara mandiri dengan asistensi tim helpdesk KPU pada saat konsultasi di helpdesk," kata Idham kepada wartawan, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Menurut Tim Helpdesk KPU RI, kata Idham, ada pemicu data keanggotaan Partai Buruh yang diunggah SIPOL sulit ditampilkan yakni typo (kesalahan huruf) dalam menulis kode wilayah keanggotaan partai.

baca juga:

"Kemudian, keterlambatan tayang hasil unggah data keanggotaan partai, karena data yang diunggah harus diverifikasi terlebih dahulu oleh sistem komputasi SIPOL," paparnya.

Pasalnya, ujar Idham, ke-16 parpol yang sudah mengunggah 100 persen data atau dokumen persyaratan pendaftaran parpol di SIPOL berjalan lancar.

"Karena kuncinya adalah jumlah personalia operator akun SIPOL parpol tersebut yang cukup banyak," ucapnya.

Untuk itu, dia menyarankan agar Partai Buruh segera menggunakan akun SIPOL secara intens. Sebab, jika terus dilibatkan, maka akan semakin cepat dalam penyelesaian unggah data atau dokumen persyaratan pendaftaran parpol ke SIPOL.

"Semakin banyak operator akun SIPOL yang dilibatkan akan semakin cepat dalam penyelesaian unggah data atau dokumen persyaratan pendaftaran parpol ke SIPOL," pungkasnya.

Seperti diketahui, Ketua Timsus Pemenangan Partai Buruh, Said Salahudin menuturkan, banyak data atau dokumen keanggotaan dan kepengurusan Partai Buruh tidak tampil di layar SIPOL.

Dia mengklaim, padahal sudah banyak data atau dokumen keanggotaan dan kepengurusan yang sudah diunggah ke dalam aplikasi SIPOL.

"Kita sudah memasukkan data tahap pertama lebih dari 250 ribu tetapi yang tampil di SIPOL KPU tidak 250 ribu itu," ujarnya di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022). []